Poker Asli Indonesia

http://www.mediaproyek.com/

APAR (Alat Pemadam Api Ringan) atau Fire Extinguisher merupakan salah satu komponen pekerjaan pemadam kebakaran dalam sebuah proyek pembangunan gedung. Lalu bagaimana cara pemasangan APAR? Berikut akan kami sajikan ketentuan pemasangan APAR.

Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per. 04/ MEN/ 1980, ketentuan - ketentuan pemasangan APAR adalah sebagai berikut :
  1. Setiap satu kelompok alat pemadam api ringan harus ditempatkan pada posisi yang mudah dilihat dengan jelas, mudah dicapai dan diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan.
  2. Tinggi pemberian tanda pemasangan tersebut adalah 125 cm dari dasar lantai tepat di atas satu atau kelompok alat pemadam api ringan yang bersangkutan.
  3. Pemasangan dan penempatan alat pemadam api ringan harus sesuai dengan jenis dan penggolongan kebakaran.
  4. Penempatan antara alat pemadam api yang satu dengn lainnya atau kelompok satu dengan lainnya tidak boleh melebihi 15 meter, kecuali ditetapkan lain oleh pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja.
  5. Semua tabuing alat pemadam api ringan sebaiknya berwarna merah.
  6. Dilarang memasang dan menggunakan alat pemadam api ringan yang didapati sudah berlubang - lubang atau cacat karena karat.
  7. Setiap alat pemadam api ringan harus dipasang (ditempatkan) menggantung pada dinding dengan penguatan sengkang atau dengan konstruksi penguat lainnyaatau ditempatkan dalam lemari atau peti (box) yang tidak dikunci.
  8. Lemari atau peti (box) dapat dikunci dengan syarat bagian depannya harus diberi kaca aman (safety glass) dengan tebal maximum 2 mm.
  9. Sengkang atau konstruksi penguat lainnya tidak boleh dikunci atau digembok atau diikat mati.
  10. Ukuran panjang dan lebar bingkai kaca aman (safety glass) harus disesuaikan dengan besarnya alat pemadam api ringan yang ada dalam lemari atau peti (box) sehingga mudah dikeluarkan.
  11. Pemasangan alat pemadam api ringan harus sedemikian rupa sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1,2 m dari permukaan lantai kecuali jenis CO2 dan tepung kering (dry chemical) dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat jarak antara dasar alat pemadam api ringan tidak kurang dari 15 cm dari permukaan lantai.
  12. Alat pemadam api ringan tidak boleh dipasang dalam ruangan atau tempat dimana suhu melebihi 49 derajat celcius atau turun sampai 4 derajat celcius kecuali apabila alat pemadam api ringan tersebut dibuat khusus untuk suhu diluar batas tersebut.
  13. Alat pemadam api ringan yang ditempatkan di alam terbuka harus diindungi dengan tutup pengaman.

Demikian ulasan tentang ketentuan pemasangan APAR pada sebuah gedung. Terima kasih....
http://www.mediaproyek.com/

Semarang - Pembangunan Waduk Jatibarang di Kecamatan Gunungpati hingga per 23 Oktober telah mencapai progres 91,1% dengan elevasi main dam 147 meter dari target 157 meter.

Sementara untuk proses penggenangan waduk berkapasitas 20,4 juta m3 yang diperkirakan dilaksanakan sekitar pertengahan November 2013, mundur pada pertengahan Desember 2013.

PPK Pembangunan Waduk Jatibarang, Duki Malindo mengatakan, mundurnya proses penggenangan tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor yakni adanya perbaikan pondasi, berkurangnya musim kering, dan relokasi tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KVA yang belum selesai. Relokasi tower ini diperkirakan selesai pada November dan dilanjutkan dengan penarikan kabel listrik oleh pihak PLN.

Karena beberapa kendala tersebut, pembangunan main dam yanga diperkirakan selesai akhir Oktober bergeser sekitar 17 hari hingga November. ’’Sebelum dilakukan pengisian atau penggenangan waduk, kami masih menunggu proses sertifikasi dan rekomendasi dari komisi keamanan bendungan.

Proyek ini menelan biaya Rp 10 miliar dan diharapkan awal tahun 2014 sudah rampung untuk menunjang kegiatan pariwisata di Desa Wisata Kandri, yang sebelumnya sudah terkenal dengan wisata Goa Kreonya. Untuk pengelolaan waduk tersebut kerjasama antara Pemkot Semarang dan Provinsi Jawa Tengah.

http://www.mediaproyek.com/

Terkait pembangunan jembatan utama Goa Kreo, Koordinator Lapangan Pembangunan Waduk Jatibarang, Rino Ari Wibowo menambahkan, bahwa proyek tersebut sudah selesai dan masih dalam tahap pemeliharaan. Sedangkan untuk jembatan kedua yang menghubungkan area parkir menuju jembatan utama masih dalam proses. ’’Kami masih menutup akses menuju Goa Kreo untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,’’pungkasnya.

Pada kesempatan yang lalu telah kita bahas Mengenal Asuransi CAR di Proyek. Selain Asuransi CAR, di proyek juga dikenal Asuransi EAR (Erection All Risks / Asuransi Resiko Pemasangan). Apa itu asuransi EAR? Mari kita bahas bersama.

Asuransi Resiko Pemasangan menjamin semua risiko kerusakan atau kerugian yang terjadi dalam proses pemasangan atau instalasi mesin-mesin (kecuali beberapa risiko saja yang tercantum dalam pengecualian).

Polis Erection All Risks (EAR) mulai berlaku sejak dimulainya pekerjaan atau setelah dibongkarnya barang di lokasi dan berakhir terhadap bagian dari kontrak pekerjaan yang telah diserahterimakan atau setelah pelaksanaan uji coba pertama atau uji beban (testing and commissioning) ditambah dengan masa pemeliharaan (maintenance period).

Kepentingan yang dapat diasuransikan
Objek Pertanggungan Asuransi Erection All Risks (EAR) dapat berupa:
  1. Erection Work – Kontrak Pekerjaan termasuk harga mesin, biaya pengangkutan, bea masuk, biaya pemasangan dan biasanya sudah termasuk Pajak (PPn).
  2. Mesin-mesin berikut dengan peralatannya
  3. Biaya pengangkutan, bea cukai/bea masuk
  4. Biaya pemasangan
  5. Pekerjaan teknik sipil yang merupakan bagian dari proyek keseluruhan
  6. Biaya penyingkiran reruntuhan
  7. Barang-barang / harta benda yang berada di proyek yang menjadi milik atau dibawah pengawasan / tanggung jawab dari Tertanggung
  8. Tanggung jawab pihak ketiga 

Jaminan Polis
Secara garis besar risiko di dalam polis EAR tidak berbeda dengan polis CAR, kecuali (secara umum) di dalam polis CAR terdapat masa pemeliharaan sedangkan dalam EAR terdapat masa testing. Jika CAR berdasarkan objek pertanggungannya adalah pekerjaan tehnik atau pekerjaan kontruksi maka EAR mengutamakan pekerjaan pemasangan mesin-mesin dan peralatannya.

Boyolali - Proyek Umbul Mun­car di Kecamatan Sawit tahap kedua mulai digarap. Proyek tersebut didanai oleh pemerintah pusat dengan anggaran sebesar Rp 2,4 miliar.

Camat Sawit, TH Widi Nugroho menjelaskan, pembangunan dimaksudkan untuk mengoptimalkan potensi umbul yang berlokasi di depan Kantor Ke­camatan Sawit.

Selama ini, umbul hanya dimanfaatkan untuk aliran irigasi teknis. Padahal, umbul itu memiliki potensi wisata yang bagus. ”Apalagi, lokasinya juga dekat dengan jalan raya Sanggung-Pengging,” katanya.

Dijelaskan, pembangunan untuk kawasan wisata dengan memanfaatkan tanah kas yang letaknya di sisi selatan umbul tersebut. Nantinya, di lokasi tersebut akan dibangun kompleks wisata air terpadu lengkap dengan pusat jajan serba ada (pujasera).

”Untuk pujasera, kami mengutamankan produk makanan hasil olahan warga sekitar.”

Guna memperlancar proyek, pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Kemasan dan Pemerintah Desa Gombang. Hal itu, lantaran lokasi pengembangan wisata berada di kedua desa tersebut. Umbul Muncar secara administrasi masuk Desa Kemasan, adapun pujasera milik Desa Gombang.

Pada kesempatan yang lalu telah kita bahas tentang Pengertian Tie Biem dan Fungsinya. Pada kesempatan kali ini akan kami bahas tentang Pengertian Pile Cap. Pile cap merupakan suatu cara untuk mengikat pondasi sebelum didirikan kolom di bagian atasnya. Pile cap tersusun atas tulangan baja berdiameter 16mm, 19mm dan 25mm yang membentuk suatu bidang dengan ketebalan 50 mm dan lebar yang berbeda-beda tergantung dari jumlah tiang yang tertanam.

Fungsi dari pile cap adalah untuk menerima beban dari kolom yang kemudian akan terus disebarkan ke tiang pancang dimana masing-masing pile menerima 1/N dari beban oleh kolom dan harus ≤ daya dukung yang diijinkan (Y ton) (N= jumlah kelompok pile). Jadi beban maksimum yang bisa diterima oleh pile cap dari suatu kolom adalah sebesar N x (Y ton).

Pile cap ini bertujuan agar lokasi kolom benar-benar berada dititik pusat pondasi sehingga tidak menyebabkan eksentrisitas yang dapat menyebabkan beban tambahan pada pondasi. Selain itu, seperti halnya kepala kolom, pile cap juga berfungsi untuk menahan gaya geser dari pembebanan yang ada. Bentuk dari pile cap juga bervariasi dengan bentuk segitiga dan persegi panjang. Jumlah kolom yang diikat pada tiap pile cap pun berbeda tergantung kebutuhan atas beban yang akan diterimanya. Terdapat pile cap dengan pondasi tunggal, ada yang mengikat 2 dan 4 buah pondasi yang diikat menjadi satu.

Untuk langkah kerja pelaksanaan pile cap adalah sebagai berikut :
  1. Setelah galian tanah mencapai elevasi yang ditentukan, maka tiang pile atau pancang dipotong dan dan dilebihkan besi stek untuk pengikatan struktural dan disisakan beton setinggi 7,5 cm untuk selimut beton.
  2. Pembuatan lantai kerja setebal 5 cm.
  3. Meletakkan pembesian pile cap yang telah dipabrikasi.
  4. Memasang bekisting untuk memberi bentuk pile cap dan memisahkan beton dengan tanah.
  5. Merangkai dengan pembesian tie biem dan slab agar menjadi satu kesatuan.
  6. Pengecoran yang dilakukan bersamaan antara tie biem dengan pile cap.

Demikian sedikit ulasan tentang pile cap. Semoga bermanfaat. Terima kasih....

Semarang - Beragam cara telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah banjir akibat air laut pasang (rob) di Kota Semarang. Hal itu terlihat dari menambah pompa, membuat tanggul hingga mengaktifkan gerakan menanam mangrove.

Akan tetapi, upaya itu belum mampu mengatasi. Gubernur Ja­wa Tengah Ganjar Pranowo pun be­rencana membangun tanggul pe­na­han air laut raksasa atau yang di­ke­nal dengan giant sea wall di se­pan­jang pantai utara Semarang de­ngan nilai proyek sekitar Rp 5 triliun.

Ketua Kelompok Keahlian Teknik Kelautan Institut Teknologi Bandung (ITB) Muslim Muin PhD, mengatakan, pembangunan giant sea wall, menelan biaya mahal.

Dampak ke depan, justru malah akan memperparah banjir di Kota Semarang, merusak lingkungan laut, mempercepat pendangkalan sungai, mengancam sektor per­ikanan lokal, dan me­nyebabkan permasalahan sosial.

Debit Sungai
”Giant Sea Wall akan menyebabkan kecepatan air sungai berkurang akibat jauhnya muka air (titik terendah untuk mengalirkan air). Seperti yang kita ketahui, debit sungai adalah perkalian antara kecepatan air dan luas penampang sungai, sehingga jika kecepatan air menurun maka mau tak mau luas penampang sungai harus diperbesar,” katanya.

Menurut Muslim, masalah itu hampir tidak mungkin diselesaikan dengan menambah lebar su­ngai. Satunya-satunya cara yang dapat dilakukan, adalah mela­kukan pengerukan sungai untuk mengurangi laju sedimentasi. Jika pengerukan sungai tidak rutin, maka yang akan terjadi adalah banjir.

Koordinator national Civil Society Forum for Climate Justice In­donesia atau Forum Ma­sya­rakat Sipil untuk Keadilan Iklim (CSF-CJI), Mida Saragih menje­las­kan, dari hasil kajiannya ber­sama pakar lingkungan kelautan ITB, Koalisi Rakyat untuk Ke­adilan Per­ikanan (Kiara) dan akti­vis lingkungan lainnya, giant sea wall memiliki fungsi yang kontraproduktif dengan kebutuhan lingkungan.

”Selain menyebabkan kecepatan air sungai berkurang akibat jauhnya muka air, kondisi ke depannya akan semakin berbahaya. Selain itu, pendapatan nelayan akan turun karena harus keluar jauh dari tembok itu dan tentu sampah akan menumpuk di sungai,” jelasnya, kemarin.

Kegiatan penanaman mangrove secara swadaya yang dilakukan oleh warga Mangkang Wetan, Tambaklorok hingga Sayung (De­mak), menurut Mida, seharusnya yang harus diperhatikan. Jadi, tidak hanya dengan program penanaman yang gencar dilakukan oleh lembaga maupun pemerintah tetapi juga dalam perawatannya yang lebih diutamakan.

Giant sea wall, kata Mida lagi, justru tidak strategis. Dari data perubahan iklim internasional yang berlaku ratusan tahun ke depan, laut di kawasan Indonesia sangat mengkhawatirkan.

Kepentingan Industri
”Giant sea wall itu hanya melindungi bagian yang sedikit dari luasan kawasan pantai utara. Masalah sosial akan semakin tinggi. Kami dan para akademisi sepakat, bahwa giant sea wall hanya sebatas proyek semata, bukan kerja jangka panjang, karena hanya untuk kepentingan industri, bukan kepentingan masyarakat dan lingkungan,” paparnya.

Koordinator Divisi Pendidikan dan Penguatan Jaringan Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Selamet Daroyni menambahkan, proyek yang rencananya akan dibangun di Jakarta mau­pun di pantai utara Semarang itu berpotensi mengakibatkan terjadinya penggusuran, kerusakan ekosistem pesisir dan laut, serta dinilai dapat menghilangkan akses melaut nelayan.

”Reklamasi berimplikasi negatif karena dapat mengubah bentang alam dan aliran air dan menurunkan daya dukung lingkungan hidup yang ditandai dengan penurunan permukaan tanah dan kenaikan rob,” katanya.Dari dampak itu, lanjutnya, juga akan diikuti dengan ancaman perubahan iklim. Terlebih, bahan uruk material yang digunakan juga mengakibatkan kerusakan ekosistem setempat dan wilayah lain.

#Sumber : Suaramerdeka.com

Salah satu jenis pekerjaan pondasi bangunan adalah pekerjaan tiang pancang. Pada kesempatan kali ini penulis ingin mencoba mengulas langkah kerja pekerjaan pondasi tiang pancang sesuai dengan pengalaman penulis di lapangan, yaitu sebagai berikut :

Pekerjaan Persiapan

  1. Perencanaan jalan masuk ke lokasi proyek untuk mobilisasi alat pancang dan tiang pancang.
  2. Perencanaan lokasi penempatan tiang pancang.
  3. Pembuatan denah titik tiang pancang beserta nomor urut tiang pancang.
  4. Pematokan titik pancang dengan menggunakan potongan besi yang diberi simpul tali plastic pada ujung atasnya kemudian dibenamkan ke dalam tanah ± 5 – 10 cm.
  5. Pemeriksaan tanggal pembuatan tiang pancang setiap kedatangan tiang pancang → sebaiknya tiang pancang dimobilisasi ke proyek setelah melewati umur lebih dari 14 hari sejak tanggal pembuatan untuk menghindari keretakan pada tiang pancang tersebut.
  6. Marking tiang pancang dengan cat setiap interval 0,5 meter.
  7. Buatlah lot vertical dengan benang yang diikat beban pada tripot dari kayu pada jarak kurang lebih 10 m dari titik tiang pancang.


Pelaksanaan

  1. Angkat tiang pancang pada titik angkatnya.
  2. Periksa arah horizontal posisi tiang pancang pada koordinat titik tiang pondasi dan periksa arah vertical dengan lot vertical.
  3. Apabila semua control vertical dan horizontal sudah memenuhi syarat pemancangan dapat dilaksanakan.
  4. Buat kalendering untuk mengukur jumlah rebound pukulan hammer per 1 meter penurunan tiang.
  5. Untuk mini pile setiap kelipatan 6.0 meter (3.0 meter untuk akhir) dilakukan penyambungan tiang (pengelasan base plate).
  6. Pemancangan dihentikan apabila : Ram stroke dan setting telah mendekati table yang diinginkan, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan final set pada 10 pukulan terakhir (umumnya < 10 mm untuk tiang pancang ukuran 40 x 40 cm dan < 15 mm untuk tiang pancang ukuran 30 x 30 cm) sesuai dengan yang disyaratkan dan dicatat pada kertas grafik (pondasi jenis end bearing pile) dan Tiang pancang telah mencapai kedalaman tertentu sesuai dengan yang disyaratkan (pondasi jenis friction pile).
  7. Apabila final set belum tercapai tetapi tiang pancang telah terbenam ke dalam tanah maka pemancangan dapat dilanjutkan dengan menggunakan dolly hingga final set, namun apabila setelah dilakukan pemancangan dengan dolly final set belum juga tercapai maka pemancangan dianggap gagal.


Demikian sdikit ulasan tentang langkah kerja pekerjaan pondasi tiang pancang. Terima kasih....
Air merupakan sebuah material yang tak terpisahkan daam kehidupan manusia. Kebutuhan air sangatlah penting bagi manusia. Untuk memenuhi kebutuhan air dalam suatu proyek, biasanya ada 2 sumber air, yaitu Air tanah dan Air dari PDAM. Pada kesempatan ini akan kami sampaikan beberapa parameter air tanah yang penulis dapatkan dari pengalaman penulis di lapangan, yaitu sebagai berikut :


Demikian ulasan tentang parameter air tanah. Semoga bermanfaat. Terima kasih...

Brebes - Awal November 2013, Jembatan Sungai Pemali di jalur Pantura Brebes, yang kini tengah diperbaiki diperkirakan sudah bisa dilewati kendaraan. Saat ini progres pekerjaan perbaikan sudah mencapai 85 persen lebih. Bahkan, kendaraan roda dua sudah bisa melewati jembatan sisi utara jembatan yang diperbaiki tersebut.

Hal itu dikatakan Supervisi Pengawasan Bina Marga Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Jawa Tengah, Awaludin,kemarin.

Dikatakan, proses perbaikan tahap penambalan cor untuk penyambungan beton sudah selesai dilaksanakan. Setelah itu kemudian dilanjutkan dengan pemasangan ralling atau besi untuk pegangan bagi pejalan kaki. “Begitu pemasangan ralling selesai, tiga atau empat hari ke depan sudah dilakukan pengaspalan. Jadi, kami optimistis awal November siap dilalui semua jenis kendaraan,” katanya.

Lebih lanjut diungkapkan, jembatan diperbaiki pada bagian lantai, yang sebelumnya menggunakan kontruksi autotropik dengan lantai pelat besi. Kini, diganti dengan konstruksi lantai beton. Secara perhitungan teknik, kekuatan lantai beton itu bisa bertahan hingga 25 tahun. Selain itu, dalam perbaikan tersebut juga dilakukan penguatan di struktur rangka jembatan. “Panjang Jembatan Pemali ini 30 meter dan lebar 6 meter. Adapun anggaran perbaikannya Rp 14 miliar. Berdasarkan hitungan teknik, kemampuan menahan beban jembatan hingga mencapai 45 ton,” katanya.

Step nosing / hidung tangga adalah material yang dipasang pada sudut ujung trap tangga agar tangga tidak licin. Material step nosing bermacam-macam, mulai yang terbuat dari material sama dengan material penutup pijakan tangga, misalnya keramik, granit atau marmer, kemudian permukaannya digerinda membentuk tekstur atau guratan kasar. Saat ini, pemain industri penutup lantai juga sudah menyediakan step nosing dalam berbagai warna dengan tekstur dan membentuk pola tertentu untuk menambah keindahan tangga.

Sementara itu, jika menggunakan parket, baik kayu maupun laminated, biasanya produsen parket telah menyediakan step nosing dengan warna yang sesuai. Hanya, bahan parket tidak dapat dibuat kasar, melainkan ujungnya dibuat tumpul.

Selain itu, saat ini juga tersedia step nosing dari bahan karet, alumunium, vinil, atau kertas. Beberapa toko juga menjual berbagai macam step nosing berbahan karet, alumunium atau kertas yang lebih mudah disesuaikan dengan jenis dan warna pijakan anak tangga, apapun jenisnya, termasuk granit, marmer, bahkan parket.

Untuk memasanganya, tentu butuh kehati-hatian karena fungsi step nosing sebagai pengaman anak-anak tangga. Simak langkah-langkahnya berikut ini:
Step nosing berbahan keramik dipasang terakhir pada ujung siku anak tangga setelah seluruh anak tangga tertutup keramik dengan menggunakan perekat keramik. Sementara itu, step nosing berbahan karet, vinil, atau alumunium ditempelkan setelah seluruh bahan penutup anak tangga terpasang.Caranya sederhana, hanya disekrup atau ditempel lem khusus di atas permukaan penutup lantai dengan kuat. Sebab, apabila karetnya mengelupas atau sekrupnya keluar dari permukaan akan membahayakan pengguna tangga.

Pengertian
Asuransi Contractor's All Risk (CAR) adalah jenis asuransi yang khusus memberikan jaminan terhadap proyek pembangunan gedung bertingkat, pabrik, sarana maupun prasarana (jalan, Jembatan, dll) ataupun instalasi mesin-mesin termasuk juga pekerjaan renovasi pada bangunan.

Kegunaan
Kegunaan Asuransi CAR yaitu untuk melindungi proyek yang sedang dikerjakan dan memberikan jaminan keuangan kepada tertanggung, agar usaha mereka tidak terganggu walaupun terjadi kerusakan pada proyek tersebut.

Polis Contractors’ All Risks (CAR) mulai berlaku sejak dimulainya pekerjaan atau setelah dibongkarnya barang di lokasi dan berakhir terhadap bagian dari kontrak pekerjaan yang telah diserahterimakan atau digunakan ditambah dengan masa pemeliharaan (maintenance period).

Kepentingan yang dapat diasuransikan
Pekerjaan proyek yang sesuai dengan kontrak kerja antara pemilik bangunan dengan kontrak utama, yang terdiri dari :
  1. Pekerjaan utama
  2. Pekerjaan persiapan
  3. Bahan-bahan yang di supply oleh pemillik
  4. Alat-alat besar dan mesin-mesin yang dipergunakan untuk membantu pelaksanaan pekerjaan
  5. Biaya pembersihan reruntuhan
  6. Tanggung jawab pihak ketiga.
  7. Dan lain-lain

Jaminan Polis
Asuransi ini menawarkan jaminan yang bersifat All Risk terhadap kerugian-kerugian / kerusakan yang dapat terjadi dalam rangka pelaksanaan pembangunan suatu proyek bangunan selama tidak dikecualikan polis. Kerusakan atau kerugian yang dijamin adalah bersifat tiba-tiba, tak terduga dan terjadi di lokasi pembangunan (site).

Telah kita ketahui bersama bahwa kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak direncanakan / tidak disengaja dimana seseorang / sekelompok orang atau benda mengadakan aksi atau reaksi yang menyebabkan kerugian pada seseorang / sekelompok orang tersebut atau kemungkinan mendatangkan kerugian pada pihak lain.

Keadaan darurat adalah seluruh aktivitas kegiatan di proyek tidak berjalan dengan semestinya / terhenti total, dimana memerlukan penanganan khusus untuk menangani situasi tersebut. Keadaan darurat misalnya kebakaran, banjir, huru-hara, gempa bumi dan lain-lain.

Untuk menangani masalah tersebut di atas, berikut kami sajikan salah satu contoh flowchart penanganan kecelakaan dan keadaan darurat yang penulis peroleh dari pengalaman penulis di proyek, yaitu :


Demikian sedikit bahasan tentang flowchart penanganan kecelakaan dan keadaan darurat di proyek. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Pada kesempatan yang lalu telah dibahas tentang Hak dan Kewajiban Pemberi Tugas, Hak dan Kewajiban Konsultan Perencana, serta Hak dan Kewajiban Konsultan Pengawas. Pada kesempatan kali ini akan kami lanjutkan pembahasan tentang Hak dan kewajiban Kontraktor.

Telah kita ketahui bersama, Kontraktor adalah orang / badan yang menerima pekerjaan dan menyelenggarakan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan biaya yang telah ditetapkan berdasarkan gambar rencana dan peraturan-peraturan serta persyaratan yang telah ditetapkan.

Adapun hak dan kewajiban kontraktor adalah sebagai berikut :
  1. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar rencana, peraturan dan syarat-syarat, risalah penjelasan pekerjaan, dan syarat-syarat tambahan yang telah ditetapkan oleh pengguna jasa.
  2. Membuat gambar-gambar pelaksanaan yang disahkan oleh Konsultan pengawas sebagai wakil pengguna jasa di lapangan.
  3. Menyediakan alat keselamatan pekerjaan seperti yang diwajibkan dalam peraturan untuk menjaga keselamatan pekerja dan masyarakat.
  4. Membuat laporan hasil pekerjaan berupa laporan harian, mingguan dan bulanan.
  5. Menyerahkan seluruh atau sebagian pekerjaan yang telah diselesaikan dengan ketetapan yang berlaku.

Demikian sedikit ulasan tentang Hak dan Kewajiban Kontraktor. Terima kasih.

Jakarta - Proyek underpass Cibubur baru saja diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. Terowongan ini dibangun dengan menggunakan teknologi yang baru pertama kali dibangun untuk proyek infrastruktur di Indonesia.

"Itu pakai teknologi push jacking system. Sehingga pada saat membangun underpass di atas ada jalan tersibuk di republik ini tidak terganggu. Itu yang pertama dan terpanjang untuk Indonesia," kata Djoko di sela acara peresmian Proyek Underpass Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (25/10/2013).

Pembangunan underpass Cibubur mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai jalan terowongan terpanjang yang menggunakan teknologi push jacking. Seorang pembawa acara peresmian underpass ini mengatakan hal demikian, namun Djoko Kirmanto mengaku tidak tahu menahu.

"Saya tidak ada hubungannya dengan MURI itu. Tapi ini pakai push jacking yang terpanjang dan pertama," kata Djoko.

Setelah diresmikan, underpass Cibubur akan diserahkan kepada operator jalan tol PT Jasa Marga (Persero). Direktorat Jenderal Bina Marga akan melakukan sebuah perjanjian pengelolaan dengan PT Jasa Marga "Nanti Jasa Marga yang merawat," katanya.

Jalan bawah tanah ini hanya boleh dilalui oleh kendaraan roda empat golongan I. Kendaraan lain seperti truk dan bus-bus besar tidak boleh masuk. Jalan ini diyakini akan mengurai kemacetan di akses tol Jagorawi.

Pembangunan underpass Cibubur menggunakan teknik jacking system, yaitu memasukan box beton ke dalam lorong melintasi bawah tanah jalan tol Jagorawi. Teknik ini dianggap lebih murah dibandingkan membangun flyover atau jembatan layang.

Penggunaan berbagai jenis batu alam jaman modern di mulai sekitar awal tahun 1960 dimana batu alam sudah mulai banyak digunakan untuk bangunan namun dengan bentuk potongan sederhana dengan menggunakan pahat. Baru sekitar tahun 1970 para pengrajin batu alam mulai menggunakan gergaji sederhana untuk memotong batu alam.

Pada awal tahun 1980 di mulai babak baru batu alam Indonesia dimana penggunaan mesin potong sudah mulai digunakan, hal ini dimulai dengan dipugarnya candi borobudur. Sejak saat itu industri batu alam mulai berkembang pesat sampai sekarang.

Jenis batu alam di Indonesia memiliki berbagai macam jenis yang menurut proses pembentukan nya sebagai berikut:
A. Batuan Beku (Igneous Rock)
Jenis batu alam Batuan beku terbentuk dari pembekuan lava yang keluar ke permukaan bumi (Ekstrusif) saat letusan gunung berapi dan pembekuan magma yang menerobos lapisan tanah di bawah permukaan bumi atau yang di kenal dengan Intrusif. Ciri utama batuan ini adalah sifat fisik nya yang keras dan padat.

Jenis batu alam yang termasuk pada kategori ini adalah: Batu Andesit, Batu Curi, Batu Templek Salagedang, Batu Templek Purwakarta dan Batu Candi (Lavastone).

B. Batuan Sedimen (Sedimentary Rocks)
Jenis batu alam batuan sedimen atau lebih dikenal dengan batuan endapan adalah batuan yang terbentuk dari proses pengendapan atau sedimentasi lapisan-lapisan tanah dan zat-zat kimia yang dihanyutkan oleh air. Batuan sedimen terdiri dari batuan limestone, sandstone, tufa dan konglomerat.

  • Batuan Limestone
Batuan limestone terbentuk akibat endapan yang terbentang di dasar laut, sungai dan danau. Batuan ini merupakan cikal bakal terbentuknya batu marmer. Selain banyak digunakan untuk dinding, batu ini sangat favorit untuk digunakan sebagai bahan dasar patung karena struktur nya yang sangat mudah di pahat.Jenis batu alam yang termasuk pada kategori ini adalah: Batu Paras Putih Jogja, Batu Paras Krem Jogja (Paras Gold), Batu Java Gold, Batu Brexy

  • Batuan Sandstone
Batuan sandstone terbentuk dari endapan pasir yang terbawa air dan angin. Batu ini struktur nya agak mirip dengan limestone hanya saja lebih keras. Di Indonesia terdapat berbagai jenis batuan sandstone. Jenis batu alam yang termasuk pada kategori ini adalah: Batu Palimanan

  • Batuan Tufa
Batuan Tufa terbentuk dari resapan kalsium melalui penguapan air di sekitar mata sungai atau di dalam gua.Batuan tufa banyak digunakan untuk dinding luar atau pagar dengan pola random atau acak.Jenis batu alam yang termasuk pada kategori ini adalah: Batu Paras Kebumen

  • Batuan Konglomerat
Batuan konglomerat terbentuk dari proses sedimentasi lumpur dan batu-batu kecil lainnya. Batuan ini memiliki warna beragam (multi warna). Jenis batu alam yang termasuk pada kategori ini adalah: Batu Bali Green

C. Batuan Metamorf
Batuan metamorf terbentuk karena perubahan tekanan dan suhu yang tinggi atau panas bumi. Batuan ini terdiri dari batu marmer dan batu templek (slate)

  • Batu Marmer
Batu marmer terbentuk dari batuan limestone yang mengkristal selama jutaan tahun. Batu ini berwarna indah dengan corak yang beraneka ragam sehingga banyak digunakan dalam dunia arsitektur. Dalam penggunaan nya batu marmer sangat cocok untuk penggunaan indoor ketimbang exterior karena karakter batu marmer yang menonjolkan kilauannya akan lebih maksimal jika di tempatkan di dalam ruangan ketimbang di luar ruangan.Jenis batu alam yang termasuk pada kategori ini adalah: Batu Marmer Tulung Agung dan Marmer Bandung

  • Batu Templek
Batuan templek terbentuk dari lempung danbatuan shale. Dinamakan batu templek atau batu lempeng atau batu tempel karena batu ini dapat di belah menjadin lempengan yang tipis. Batu templek sangat cocok untuk dinding, carport dan jalan. Batu templek di tambang secara manual di daerah perbukitan dan pinggir sungai. Umumnya batuan yang ditambang berbentuk lempengan yang berlapis lapis. Setelah di tambang, bongkahan batu di bakar atau diasap agar mudah dibelah dan di pahat menjadi lembaran yang lebih tipis. Jenis batu alam yang termasuk pada kategori ini adalah: Batu Templek Salagedang, Batu Templek Hitam Garut dan Batu Templek Purwakarta

  • Batu Koral Sungai (River Stone)
Proses terbentuk nya batu ini mirip dengan batu templek hanya saja ukuran nya lebih kecil. Batu ini dapat ditemui di aliran sungai sehingga banyak disebut batu kali.Jenis batu alam yang termasuk pada kategori ini adalah: Batu Kali (Bronjol) 

  • Batu Koral Sikat (Koral Laut)
Batu koral sikat banyak terdapat di laut atau pantai di daerah flores. Perbedaan Batu koral sungai (batu kali) dengan batu koral sikat adalah variasi warna nya dimana batu laut lebih variatif warnanya sedangkan batu kali warna hanya sejenis.

Demikian pembahasan tentang jenis-jenis batu alam. Terima kasih....

KUDUS - Setelah pembebasan lahan untuk waduk Logung terhenti beberapa waktu yang lalu, Pemkab Kudus akan memulai pembebasan lahan kembali. Pembebasan lahan tahap II ini akan dilakukan pada November mendatang.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Ciptakaru) Kabupaten Kudus, Hari Triyogo mengatakan, pada proses sebelumnya pembebasan lahan sebelumnya, Panitia Pembebasan Tanah (P2T) dianggap tidak transparan.

"Proses pembangunan Waduk Logung akan dimulai lagi dengan sosialisasi ulang karena P2T dianggap tidak transparan. Dalam sosialisasi ulang nanti, akan kami datangkan PSDA Jateng, Balai Besar Pemali Juana, dan Komisi Amdal Jateng. Sehingga masyarakat bisa bertanya langsung pada ahlinya," kata Hari saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/10/2013).

Sebelumnya, sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan forum komunikasi masyarakat korban embung logung (Forkoma Kembung) menolak lahannya dibebaskan untuk pembangunan Waduk Logung. Hal itu dipicu tidak adanya kejelasaan mengenai harga ganti untung lahan dan tanaman. Bahkan, Forkoma Kembung menyebut harga ganti untung lahan tidak sesuai.

"Forkoma Kembung dan masyarakat yang lahannya terkena pembebasan nantinya akan kita undang pada sosialisasi di Desa Kandangmas 23 Oktober. Bagi yang kurang puas silahkan tanyakan sendiri di sosialisasi itu," ujarnya.

Sosialisasi ulang pembangunan waduk Logung, diharapkan warga yang tanahnya terkena pembebasan mendapatkan pemahaman pentingnya dan manfaat pembangunan waduk logung. Sehingga, pembayaran sisa lahan yang akan dibebaskan dapat berjalan lancar.

Hari menjelaskan, total lahan yang akan dibebaskan seluas 196 hektar, 75 hektar di antaranya sudah dibebaskan. Proses pembebasan lahan tersebut akan segera dilanjutkan kembali mengingat pembangunan tapak bangunan Waduk Logung akan dimulai pada 2014 mendatang.

"Jika pembebasan belum juga selesai, maka kita utamakan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan tapak bangun Waduk Logung terlebih dahulu," terangnya.

Untuk pembangunan tapak bendung Waduk Logung akan membutuhkan lahan seluas 9,9 hektare dari luas total 196 hektare. Saat ini, lahan tersebut sudah 7,6 hektare di antaranya telah dibebaskan.

"Sisanya, 2,3 hektar akan kita lakukan pembebasan secepatnya. Sehingga, 2014 pembangunan waduk bisa berjalan," katanya.

Sekering (dari bahasa Belanda zekering) atau fuse adalah suatu alat yang digunakan sebagai pengaman dalam suatu rangkaian listrik apabila terjadi kelebihan muatan listrik atau suatu hubungan arus pendek.

Satuan sekering atau fuse adalah mA (mili Ampere) dan A (Ampere). Fuse dengan nilai limit 500 mA akan putus ketika dialiri arus lebih dari 500 mA, demikian juga jika fuse 15 A akan putus jika dialiri arus lebih dari 15 A. Jika sebuah fuse tidak putus ketika dialiri arus lebih dari nilai yang tercantum (I Output > I Fuse Limit), fuse tersebut harus segera diganti karena kemungkinan rusak dan dapat membahayakan.

Cara kerja fuse, jika dalam sebuah sistem rangkaian elektonik atau rangkaain listrik terjadi arus lebih maka sekering (fuse) akan putus sehingga arus listrik tidak lagi mengalir dalam sistem tersebut untuk mengamankan komponen elektronikalain. Kelebihan arus tersebut dapat disebabkan karena adanya hubung singkat atau karena kelebihan beban output. Banyak terjadi kebakaran karena hubung singkat akibat sekering tidak berfungsi, rusak, atau bahkan karena tidak dipasang sama sekali.

Untuk mengetahui kapasitas sekering bisa dilihat pada bodinya, disana tertera angka yang menunjukkan kapasitas, sebagai contoh F3A 250V atau F5A 250V dll.
Dalam pelaksaan K3 di lapangan, sudah barang tentu ada aturan main dan SOP yang telah ditetapkan bersama dan disetujui bersama. Dengan aturan main tersebut, diharapkan pelaksanaan K3 di lapangan akan berjalan dengan baik. Berikut kami sajikan flowchart pelaksanaan K3 berdasarkan pengalaman penulis dalam sebuah proyek, yaitu :


Demikian salah satu contoh flowchart pelaksanaan K3 di lapangan. Semoga bermanfaat. Terima kasih...



Jepara - Dinas perhubungan komunikasi dan informatika (Dishubkominfo) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menargetkan pada awal 2014 penerbangan komersial masuk ke Bandara Dewandaru di Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara.

Akses penerbangan itu diharapkan semakin menarik minat wisatawan yang selama ini terbatasi oleh gelombang laut.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jateng Urip Sihabudin mengatakan pada awal 2014, pesawat komersial dapat mendarat karena landasan telah diperpanjang dari 900 meter menjadi 1.200 meter dan lebar 23 meter. "Saat ini pengerjaan fisik baru 10 persen, tapi kan hanya mencor saja. Kontrak perusahaan yang mengerjakan berakhir pada 14 Desember mendatang," kata Urip sembari menunjukkan jadwal akhir kontrak pengerjaan runway di kantornya, Jumat (11/10/2013) siang.

Di bagian lain, saat ini sedang dilakukan pembebasan lahan untuk jalur keselamatan bandara. Dalam proses itu, Pemprov Jateng bertanggung jawab membebaskan 3,5 hektare lahan dengan anggaran Rp 2,5 miliar, sedangkan Pemkab Jepara kebagian 0,7 hektare. Dari 15,5 hektare yang ditargetkan, 9,5 hektare sudah dibebaskan.

Urip menyatakan, jika sudah selesai maka bandara bisa menampung tiga pesawat jenis Cassa atau cukup untuk pesawat ATR yang memuat 40-an orang. Hingga saat ini baru AirAsia saja yang menyatakan tertarik.

Pariwisata di Kepulauan Karimunjawa diproyeksikan seperti di Bali. Hal itu berpotensi memunculkan problem sosial. Karena itu, Gubernur Ganjar Pranowo meminta jajarannya mengkaji dan menyiapkan strategi untuk meminimalisasi dampak tersebut. Menurut Ganjar, pengembangan Karimunjawa harus melihat fakta bahwa mayoritas penduduk di sana beragama Islam.

Jika dibuka wisata pantai dengan turis-turis berbikini, perlu dikaji apakah penduduk bisa menerima. “Maka saya minta input data problem sosial itu. Ada usulan pemisahan pantai khusus laki-laki dan perempuan, memungkinkan tidak. Hal ini harus dikaji juga,” katanya.

Sembari mengakomodasi masalah sosial kemasyarakatan di Karimunjawa, kesadaran masyarakat dalam pegembangan sektor pariwisata juga harus ditingkatkan. Ada ide juga untuk membuat sekolah pariwisata, sehingga tersedia sumber daya manusia berlimpah untuk mengembangkan potensi daerah. “Misalnya SMK pariwisata, sudah ada yang melontarkan,” katanya.


#Sumber : Berbagai Sumber





Pada kesempatan yang lalu telah kita bahas tentang Komponen Perangkat Hubung Bagi (PHB) dimana untuk pengaman lebih diantaranya ada MCB dan MCCB. Apa perbedaan keduanya? Mari kita bahas bersama-sama.

MCB
MCB adalah Mini Circuit Breaker yang memiliki fungsi sebagai alat pengaman arus lebih. MCB ini memproteksi arus lebih yang disebabkan terjadinya beban lebih dan arus lebih karena adanya hubungan pendek. Dengan demikian prinsip dasar kerjanya yaitu untuk pemutusan hubungan yang disebabkan beban lebih dengan relay arus lebih seketika digunakan electromagnet.

Bila bimetal ataupun electromagnet bekerja, maka ini akan memutus hubungan kontak yang terletak pada pemadam busur dan membuka saklar. MCB untuk rumah seperti pada pengaman lebur diutamakan untuk proteksi hubungan pendek, sehingga pemakaiannya lebih diutamakan untuk mengamankan instalasi atau konduktornya. Sedang MCB pada APP diutamakan sebagai pembawa arus dengan karakteristik CL (current limiter) disamping itu juga sebagai gawai pengaman arus hubung pendek yang bekerja seketika.

Arus nominal yang digunakan pada APP dengan mengenal tegangan 230/400V ialah: 1.2.4.6.10.16.20.25.35 dan 50 A disesuaikan dengan tingkat VA konsumen. Adapun kemampuan membuka (breaking capacity) bila terjadi hubung singkat 3 KA dan 6 KA (SPLN 108-1993). MCB yang khusus digunakan oleh PLN mempunyai tombol biru. MCB pada saat sekarang paling banyak digunakan untuk instalasi rumah ataupun instalasi industri maupun instalasi gedung bertingkat.

MCCB
MCCB adalah Moulded Case Circuit Breaker. Fungsi MCCB adalah sebagai pemutus sirkit pada tegangan menengah.

Dalam memilih circuit breaker hal-hal yang harus dipertimbangkan adalah :
  • Karakteristik dari sistem di mana circuit breaker tersebut dipasang.
  • Kebutuhan akan kontinuitas pelayanan sumber daya listrik.
  • Aturan-aturan dan standar proteksi yang berlaku.

Karakteristik Sistem
  1. Sistem tegangan. Tegangan operasional dari circuit breaker harus lebih besar atau minimum sama dengan tegangan sistem.
  2. Frekuensi sistem. Frekuensi pengenal dari circuit breaker harus sesuai dengan frekuensi sistem. Circuit breaker Merlin Gerin dapat beroperasi pada frekuensi 50 atau 60 Hz.
  3. Arus pengenal. Arus pengenal dari circuit breaker harus disesuaikan dengan besarnya arus beban yang dilewatkan oleh kabel, dan harus lebih kecil dari arus ambang yang diijinkan lewat pada kabel.
  4. Kapasitas pemutusan. Kapasitas pemutusan dari circuit breaker harus paling sedikit sama dengan arus hubung singkat prospektif yang mungkin akan terjadi pada suatu titik instalasi dimana circuit breaker tersebut dipasang.
  5. Jumlah pole dari circuit breaker
  6. Jumlah pole dari circuit breaker sangat tergantung kepada sistem pembumian dari sistem.

Kebutuhan Kontinuitas Sumber Daya
Tergantung dari kebutuhan tingkat kontinuitas pelayanan sumber daya listrik, dalam memilih circuit breaker harus diperhatikan :
  1. Diskriminasi total dari dua circuit breakaer yang ditempatkan secara seri
  2. Diskriminasi terbatas (sebagian), diskriminasi hanya dijamin sampai tingkat arus gangguan tertentu.

Demikian sedikit pembahasan tentang MCB dan MCCB. Semoga bermanfaat. Terima kasih...



Dalam pelaksanaan pembangunan proyek, terkadang kecelakaan kerja bisa terjadi. Seandainya terjadi kecelakaan pada lokasi kerja, maka perlu diambil berbagai tindakan untuk melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) serta tindak lanjutnya. Untuk itu, maka di lokasi proyek diperlukan :
  1. Petugas yang dapat melakukan P3K. Ditunjuk petugas khusus yang pernah mengikuti pelatihan P3K. Biasanya untuk proyek sudah ada petugas K3 nya dan wajib ada dari Kontraktor.
  2. Alat dan bahan P3K. Harus disediakan oleh Kontraktor, sekurang-kurangnya tersedia kotak P3K beserta isi yang lengkap.
  3. Daftar nama, alamat dan nomor telepon. Di kantor proyek harus tersedia daftar nama, alamat dan nomor telepon instansi yang dapat dihubungi bila terjadi keadaan darurat, seperti Rumah Sakit terdekat, Kantor Pemadam Kebakaran terdekat, Kantor Kepolisian terdekat, dan lain-lain.
  4. Petunjuk dan rambu-rambu. Adanya petunjuk yang jelas, berupa poster atau papan-papan petunjuk yang dipasang di kantor proyek atau di tempat-tempat yang strategis dalam jumlah yang cukup.

Setelah tindakan tersebut di atas dilakukan, maka langkah selanjutnya yang perlu diambil adalah melakukan penyelidikan tentang kecelakaan itu sendiri. Hal ini penting dilakukan karena :
  1. Untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.
  2. Mengevaluasi prosedur kerja yang sudah dilakukan apakah perlu untuk dirubah atau tidak.
  3. Mengambil langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.
  4. Menjadikan kecelakaan tersebut sebagai pengalaman bagi yang lain.

Demikian sedikit ulasan tentang prosedur penanganan kecelakaan kerja. Terima kasih....

Pengertian Dilatasi
Dilatasi adalah sebuah sambungan atau pemisahan pada bangunan karena sesuatu hal memiliki sistim struktur berbeda. Hal ini dilakukan agar pada saat terjadinya beban (gaya vertikal dan horizontal, seperti pergeseran tanah atau gempa bumi) pada bangunan tidak menimbulkan keretakan atau putusnya sistem struktur bangunan tersebut.

Dilatasi Bangunan, biasanya digunakan pada:
  1. Bangunan yang mempunyai tinggi berbeda – beda. ( pertemuan antara bangunan yang rendah dengan yang tinggi ).
  2. Pemisah bangunan induk dengan bangunan sayap.
  3. Bangunan yang memiliki kelemahan geometris.
  4. Bangunan yang memiliki panjang >30m.
  5. Bangunan yang berdiri diatas tanah yang kurang rata.
  6. Bangunan yang ada didaerah gempa.
  7. Bangunan yang mempunyai bentuk denah bangunan L, T, Z, O, H, dan U.

Macam – macam Dilatasi
Ada 4 macam dilatasi, antara lain :
1. Dilatasi dengan 2 kolom
  • Dilatasi dengan 2 kolom biasanya digunakan untuk bangunan yang bentuknya memanjang ( linier ). 
  • Dengan adanya dilatasi maka jarak kolom akan menjadi pendek.



2. Dilatasi dengan balok kantilever 
  • Dilatasi juga bisa dilakukan dengan struktur balok kantilever.
  • Bentang balok kantilever maksimal 1/3 dari bentang balok induk.
  • Pada lokasi dilatasi bentang kolom dirubah ( diperkecil ) menjadi 2/3 bentang kolom yang lain.



3. Dilatasi dengan balok gerber
  • Sistem ini dipergunakan apabila diinginkan jarak kolom tetap sama.
  • Sistem ini memiliki kelemahan apabila ada beban horizontal yang cukup besar ( akibat gempa bumi ) akan berakibat fatal ( lepas dan jatuh ).



4. Dilatasi dengan konsol
  • Dengan sistem ini jarak kolom dapat dipertahankan sama.
  • Umumnya dipergunakan pada bangunan yang menggunakan material prefabrikasi.



Dalam penerapan sistem dilatasi perlu diperhatikan jaraknya. Jarak dilatasi harus benar – benar diperhitungkan. Dilatasi yang terlalu sempit apabila terkena pergeseran akibat gaya vertical maupun horizontal akan timbul banyak masalah, mulai dari dilatasi itu sendiri yang rusak, kebocoran yang sulit diperbaiki, sampai kerusakan – kerusakan di bagian lain akibat saling bertabrakannya blok bangunan satu dengan yang lainnya.


Demikian sedikit ulasan tentang dilatasi bangunan. Terima kasih

Jogja - Rumah Domes terletak di Dusun Nglepen, Desa Sumberharjo Prambanan, Sleman Yogyakarta. Rumah Domes tersebut merupakan bantuan dari NGO ketika Yogyakarta ditimpa musibah gempa bumi. Di permukiman Nlepen ini terdapat 80 bangunan dengan desain rumah Dome yang dilengkapi fasilitas musholla, rumah kesehatan, dan balai pertemuan yang juga sering dimanfaatkan untuk acara hajatan. Permukiman domes ini saat ini dikenal dengan nama New Nglepen.

Selain bentuknya yang unik karena diadaptasi dari model rumah Igloo yang menjadi rumah suku Eskimo, keunggulan dari rumah model dome ini adalah tahan terhadap gempa karena tidak adanya sambungan yang merupakan titik lemah dari bangunan ketika diguncang gempa. Selain dapat menahan gempa, rumah ini juga mampu menahan terpaan angin hingga berkecepatan 450km/jam meskipun kelebihan tersebut jarang dimanfaatkan oleh Indonesia yang beriklim tropis.

Rumah Domes terdiri dari dua lantai dengan luas bangunan sekitar 38 meter persegi. Ruang bawah biasanya digunakan untuk ruang tamu, ruang makan, kamar tidur sebanyak 2 ruang dan dapur. Sedangkan lantai atas digunakan untuk ruang keluarga. Rumah ini memiliki desain dua pintu yaitu bagian depan dan belakang, dua pintu kamar, serta empat buah jendela yang terletak di bagian depan dua buah dan kamar tidur dua buah. Selain itu pada bagian puncak domes terdapat ventilasi yang berfungsi untuk mengalirkan udara ke dalam rumah.

Setiap rumah Domes dilengkapi dengan sarana saluran air di dapur. Namun kekurangan dari rumah tipe ini adalah karena kamar mandi terletak di luar rumah. Kamar mandi terletak pada lokasi yang berbeda yang terdiri dari 8 kamar mandi untuk digunakan secara bersamaan. Lokasinya berada di tengah-tengah blok dan berfungsi melayani 12 unit rumah disekitarnya.

Rumah Domes Nlepen saat ini menjadi objek kunjungan wisatawan setelah mengunjungi Candi Prambanan. Hal tersebut dikarenakan bentuk arsitektur rumah Domes yang unik dan merupakan satu-satunya di Indonesia. Lokasi ini dapat menjadi alternatif untuk wisatawan untuk mempelajari arsitektur bangunan yang unik dan berbeda.

Demikian sedikit ulasan tentang rumah Domes di Jogja. Semoga menambah pustaka kita untuk mendesain rumah-rumah unik lainnya. Terima kasih.

Sering kita lihat di rumah / proyek kita antara kusen (baik pintu maupun jendela) dengan tembok diberi batas yang disebut tali air. Tali air adalah kanal yang berfungsi untuk mengalirkan air rembesan pada kusen pintu / jendela. Rembesan atau tetesan air dialirkan melalui tali air sehingga tidak melewati kayu kusen yang dapat mengakibatkan rusaknya kusen tersebut. Dengan demikian kusen pintu / jendela dapat terlindung dari rembesan air.

Tali air sudah ada pada bangunan rumah tinggal sejak jaman Belanda dahulu. Pada rumah tinggal jaman dahulu, kusen pintu / jendela terbuat dari kayu. Bahan kayu ini sangat rentan terhadap air. Air pada kusen utamanya kusen kayu, dapat mengakibatkan jamur atau rusaknya cat sebagai lapisan permukaan. Karena itu dibuatlah suatu kanal di sepanjang kusen tersebut guna mengurangi air yang merembes atau mengalir pada kusen.

Namun sekarang ini kusen pintu / jendela tidak hanya terbuat dari kayu, tetapi bisa terbuat dari bahan lain seperti aluminium atau PVC( Polyvinyl Chloride). Tidak salah jika tali air juga dibuat pada kedua jenis kusen tersebut karena fungsinya sama pada kusen kayu.

Tali air terletak di antara kusen dan tembok, baik kusen jendela maupun kusen pintu. Ukurannya maksimal 1 x 1 cm dengan panjang mengikuti sepanjang kusen tersebut. Untuk menambah estetika, tali air juga dibuat di kusen bagian dalam.

Pembuatan tali air bersamaan pada saat tembok diplester terakhir (acian tembok). Setelah tembok diplester lalu dibuat cekungan di sebelah kiri / kanan dan di atas kusen. Cekungan inilah yang disebut tali air.

Bahan tali air adalah adukan semen dan air, atau yang sering disebut plester acian. Permukaannya bisa dilapisi dengan cat sesuai warna temboknya. Untuk perawatannya, jika ada noda atau kotoran bisa dilap dengan lap atau kain basah.

Demikian sedikit ulasan tentang tali air dan fungsinya. Terima kasih....


SEMARANG - Hotel Oak Tree Emerald Semarang yang menawarkan konsep Eco Green (recycle, reuse, reduce & repair) akan memulai soft opening pada November mendatang.

Hotel yang berlokasi di daerah Papandayan Palm Hills Estate itu merupakan hotel kedua dari brand Oak Tree yang sebelumnya telah hadir Oak Tree Urban di daerah Mahakam Jakarta. Public Relation Artika Sari mengungkapkan, hotel bintang empat itu merupakan business and leisure hotel yang terdiri atas 172 kamar delapan meeting room dan satu ballroom berkapasitas hingga 800 orang.

Selain itu terdapat pula Asoka Wedding Chapel, lokasi yang tepat untuk acara pemberkatan pernikahan dengan suasana romantis dan berbeda. Hotel 11 lantai ini juga menyediakan fasilitas kolam renang, spa, fitness center, serta sky lounge dan executive lounge.

Untuk menunjang kualitas kenyamanan menginap kamar tamu di sertai dengan fasilitas yang ekslusif dan amenities yang lengkap yaitu comfortable bed, imported linen, TV LED dengan 50 channel TVkabel, hot & cold Water, coffee & tea, free wifi internet access, individual AC, Safe Deposit Box, electric Kettle, Iron & Board, Private Balcony, hairdryer, mini bar dan personal active speaker untuk ipod.

”Selama masa promo Oak Tree Emerald menawarkan rate mulai dari Rp 550.000 net/- kamar/malam, termasuk makan pagi untuk 2 orang dan harga menarik dengan menggunakan kartu kredit,” ungkap Artika, dalam siaran persnya. Oak Tree Emeral akan dikelola KAGUM Hotels. Manajemen tersebut juga tengah mengelola dua hotel di Jakarta, 13 di Bandung, 2 di Yogyakarta, 1 di Klaten, dan 4 hotel di Bali.

Artika menambahkan, fasilitas lainnya seperti Cendana Restaurant & Pool Bar yang berkapasitas 150 orang juga bisa dinikmati para tamu dengan berbagai menu Asian, Western, dan makanan tradisional terbaik lainnya. Untuk mengetahui informasi selengkapnya bisa mengunjungi situs www.oaktree- hotel.com/semarang atau menghubungi 024-8509191.


Data proyek :
Nama proyek : Hotel Oak Tree Emerald
Jumlah lantai: 12 lantai & 3 lantai
Lokasi: Palm Hill Estate, Papandayan, Semarang
Pengembang: PT. Merdeka Graha Indo

Dalam sebuah pelelangan / tender proyek pasti ada tahapan evaluasi penawaran peserta lelang / tender. Bagi anda yang telah berkecimpung menjadi panitia tender pasti sudah tidak asing metode-metode yang dilakukan untuk mengevaluasi penawaran pelelangan.

Pada kesempatan ini tidak ada salahnya kami postingkan metode - metode evaluasi pelelangan. Metode evaluasi pelelangan yang biasa digunakan ada 2 macam, yaitu :
1. Sistem Gugur
2. Sistem Nilai

Sistem Gugur
Tahapan sistem gugur ada 2, yaitu :
1. Evaluasi Administrasi dan Teknis
  • Dilakukan terhadap penawaran yang memenuhi syarat pada pemasukan penawaran.
2. Evaluasi Harga
  • Dilakukan terhadap penawaran yang dinyatakan lulus administrasi dan teknis.

Sistem Nilai
Tahapan sistem nilai ada 2, yaitu :
1. Evaluasi Administrasi dan Teknis
  • Dilakukan terhadap penawaran yang memenuhi syarat pada pemasukan penawaran.
2. Evaluasi Harga
  • Dilakukan terhadap penawaran yang dinyatakan lulus administrasi dan teknis.
  • Menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan memberikan nilai angka terhadap unsur-unsur teknis dan harga yang diniai sesuai kriteria.

Demikian sedikit ulasan tentang metode evaluasi pelelangan. Terima kasih...

Lampu fluorescent atau di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan lampu TL (Tube Lamp) adalah jenis lampu yang di dalam tabungnya terdapat sedikit mercury dan gas argon dengan tekanan rendah, serbuk phosphor yang melapisi seluruh permukaan bagian dalam kaca tabung lampu tersebut. Tabung ini mempunyai dua elektroda pada masing-masing ujungnya.

Lampu Fluorescent saat ini sudah sangat luas penggunaannya baik untuk penerangan rumah tinggal maupun industri dan perkantoran. Lampu jenis ini termasuk dalam kategori Lampu Hemat Energi (LHE) faktor utamanya yaitu intensitas cahaya yang dikeluarkan lebih tinggi daripada lampu pijar (Incandescent Lamp) dalam hitungan watt yang sama.

Warna dari lampu TL ini banyak juga macamnya. Istilah yang biasa kita temukan pada bungkus lampu yang kita beli menentukan warna dan warna yang dikeluarkan oleh produsen lampu. Berikut kami sajikan contoh warna lampu TL, antara lain :


Untuk keuntungan lampu TL adalah sebagai berikut :
  1. Efikasi (lumen per watt) tinggi.
  2. Awet, umur lampu bisa sampai 20.000 jam (dengan asumsi lampu menyala 3 jam setiap penyalaan)Makin sering dihidup maatikan, makin pendek umur lampu.
  3. Bentuk lampu yang memanjang menerangi area lebih luas dengan cahaya baur.
  4. Warna cahaya yang cenderung putih dingin menguntungkan untuk daerah tropis lembab karena secara psikologis akan menyejukkan ruangan.
  5. Temperatur lampu lebih rendah.
  6. Produknya bermacam-macam jenis, bentuk dan warnanya.

Untuk kelemahan lampu TL sebagai berikut :
  1. Cahaya lampu terpengaruh frekuensi jala-jala listrik.
  2. Memerlukan waktu saat penyalaan lebih lama daripada lampu pijar.

Untuk jenis-jenis lampu fluorescent yang dibedakan dari bentuknya, antara lain:
1. Linear fluorescent.
Lampu TL panjang itulah sebagian besar orang menyebut lampu ini. Ini adalah lampu fluorescent klasik dan menurut sejarahnya, lampu ini diperkenalkan sejak tahun 1950.

2. Non-Linear fluorescent.
Jenis yang satu ini bentuknya ada yang lingkaran, letter "U", dan ada juga yang berbentuk panel modul seperti papan.

3. Compact Fluorescent (CFL).
Lampu ini dibagi dua jenis lagi yakni self-ballasted atau ballast yang sudah terinstall di dalam rangkaian lampu sehingga tinggal pakai seperti yang sekarang banyak kita jumpai sebagai lampu SL yang dapat langsung dipasang pada fitting ulir biasa. Satu lagi lampu CFL yang harus memasangkan dengan ballast sendiri dan fitting khusus seperti linear fluorescent / TL namun yang satu ini bentuknya sangat ringkas dan kecil.

Demikian sedikit penjelasan tentang lampu flourescent (TL). Terima kasih....



JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menggelontorkan dana Rp 4 miliar untuk pergantian lift dan perbaikan beberapa bagian dari Monumen Nasional (Monas). Karena adanya perbaikan tersebut, puncak Monas ditutup untuk umum selama hampir dua bulan atau mulai 21 Oktober hingga 15 Desember nanti. Pengunjung yang ingin melihat pemandangan Kota Jakarta dari puncak Monas harus sabar menunggu setelah perbaikan selesai.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Maryanto menyatakan bahwa dana perbaikan dan pergantian lift Monas diambil dari APBD 2013. Menurut dia, lift Monas yang dipakai saat ini beroperasi sejak 10 tahun lalu. "Itu sudah termasuk dana perencanaan, administrasi, dan penggantian (lift). Sudah menyeluruh," ujar dia saat ditemui di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (17/10).

Menurut dia, pergantian tersebut dilakukan karena frekuensi pemakaian lift Monas sangat tinggi selama beberapa tahun ini. Dari sisi usia, lift Monas itu termasuk tua. Jadi, sudah saatnya diganti dengan lift yang baru untuk menunjang keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran pengunjung ke tempat wisata itu. "Daripada membahayakan pengunjung, lebih baik kita ganti," tutur dia.

Dia menerangkan, lift Monas beroperasi rutin setiap hari dengan kapasitas 11 orang. Frekuensi penggunaannya 160 kali setiap hari. Selama 2003 hingga 2013 lift Monas mengangkut total 4.364.509 pengunjung.

Meski setiap bulan ada perawatan rutin, penggantian lift perlu dilakukan. "Ini sesuai dengan SOP (standard operating procedure) yang mengharuskan lift diganti setiap 10 tahun," jelas dia.

Untuk mengobati kekecewaan pengunjung karena tidak bisa ke puncak Monas, pihaknya akan membuat atraksi budaya setiap Sabtu dan Minggu mulai bulan depan.

#Sumber : jpnn.com






Grease trap adalah alat perangkap grease atau minyak dan oli. Alat ini membantu untuk memisahkan minyak dari air, sehingga minyak tidak menggumpal dan membeku di pipa pembuangan dan membuat pipa tersumbat. Terbuat dari pasangan bata maupun stainless steel sehingga aman dari korosi.

Grease Trap Atau alat penyaring lemak ini biasanya digunakan untuk di restaurant, di rumah makan, dan didapur. Mengapa? Karena Restoran dan dapur rumah, menghasilkan banyak limbah lemak / minyak yang dibuang melalui sink drain dari tempat pencuci piring dan peralatan memasak. Jika tidak dibuang, maka lemak/grease akan menggumpal didalam pipa saluran pembuangan/selokan dan menyebabkan pengendapan & penyumbatan.

Grease trap juga dikenal sebagai pencegat lemak, perangkat pemulihan (recovery) minyak dan konverter limbah minyak) merupakan perangkat pipa yang dirancang untuk mencegat sebagian besar gemuk/minyak dan zat padat lain sebelum memasuki sistem pembuangan air limbah. Limbah umumnya mengandung sejumlah kecil minyak yang masuk ke dalam septic tank dan fasilitas pengolahan untuk membentuk lapisan buih mengambang.

Jenis Grease Trap
1. Grease Trap Pasif.
Yaitu titik perangkat sederhana yang digunakan di bawah kompartemen bak cuci dalam dapur. Grease trap ini membatasi aliran dan menghapus 85-90% dari lemak dan minyak yang masuk. Makanan padat bersama dengan lemak, minyak, dan gemuk akan terjebak dan disimpan dalam perangkat ini.


2. Grease Trap Tangki in-Ground.
Grease trap jenis ini berukuran besar, biasanya 500-2000 galon. Unit-unit ini dibangun dari beton, fiberglass, atau baja. Dengan sifat ukuran lebih besar, perangkat ini memiliki kapasitas penyimpanan lemak dan limbah padat yang lebih besar untuk aplikasi aliran limbah yang tinggi seperti pada restoran atau rumah sakit. Trap ini biasa disebut pencegat gravitasi (gravity interceptors). Pencegat / trap memerlukan waktu retensi dari 30 menit untuk memungkinkan lemak, minyak, gemuk dan limbah padat makanan untuk menetap di tangki. Semakin banyak limbah masuk ke tangki maka begitu pula air yang bebas lemak didorong keluar dari tangki.





3. Grease trap sistem GRD (Grease Recovery Devices / Perangkat Pemulihan Lemak).
Grease trap jenis ini menghapus lemak / minyak permukaan secara otomatis ketika terjebak.


Demikian sedikit ulasan tentang grease trap. Semoga bermanfaat....


Pada kesempatan ini akan kita ulas mengapa harus memilih arus starting motor listrik star delta daripada DOL. Arus starting motor listrik biasanya adalah sekitar empat hingga tujuh kali lebih besar dari arus nominalnya. Mengapa? Karena motor listrik membutuhkan torsi awal yang besar agar dapat melawan inersianya dan inersia bebannya dari keadaan diam.

Torsi adalah proporsional dengan kuadrat fluks. Fluks adalah perbandingan tegangan dan frekuensi. Tegangan memiliki hubungan sebanding dengan arus. Pada akhirnya, torsi besar berarti akan membutuhkan konsumsi arus yang besar juga.

Berikut kami sajikan pembuktian singkat mengapa arus starting star-delta lebih kecil daripada saat DOL, yaitu :

Sangat terlihat dari penurunan persamaan-persamaan di atas bahwa arus star adalah tiga kali lebih kecil dari arus deltanya (rangkaian DOL). Ini juga menandakan bahwa torsi awal saat star akan lebih kecil 1/3 daripada DOL (saat rangkaian delta).

Satu dari beberapa hal yang perlu diingat sebelum memutuskan untuk memilih starter star-delta adalah pastikan bahwa pengurangan torsi karena rangkaian star saat starting masih memungkinkan beban bisa diputar oleh motor listrik. Kontrol ini kurang ekonomis untuk beban yang membutuhkan torsi awal besar dari 40% karena kita harus menggunakan frame size yang lebih besar dari seharusnya.

Demikian sedikit ulasan tentang starting motor listrik star delta dan DOL. Semoga bermanfaat. Terima kasih...

Sebelum proyek konstruksi dimulai, biasanya pihak Kontraktor mengajukan Time Schedule untuk menentukan durasi/lama pengerjaan proyek tersebut. Untuk menghitung durasi pelaksanaan, kita tak lepas menghitung jumlah tenaga kerja yang harus disediakan untuk mencapai target tersebut.

Pada kesempatan ini akan kami ulas tentang cara menghitung jumlah tenaga kerja dalam sebuah pekerjaan. Ada beberapa alternatif yang digunakan untuk menghitung jumlah tenaga kerja dalam sebuaha pekerjaan, antara lain :
1. Pengalaman Pekerjaan
Pengalaman merupakan guru yang paling berharga. Dari pengalaman dari setiap item pekerjaan konstruksi tentu dapat memperkirakan jumlah tenaga kerja untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

2. Standar Analisa Harga Satuan Pekerjaan SNI
Dengan pedoman analisa harga satuan yang dikeluarkan SNI juga bisa menentukan jumlah material dan tenaga kerja dalam sebuah pekerjaan.

Contohnya:
Misal sebuah pasangan batu bata merah dengan ukuran batu bata merah 5x11x22 cm dengan campuran spesi 1 PC : 4 PP seluas 60 m2. Berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam waktu 5 hari?

Langkah pertama adalah kita lihat indeks tenaga kerja pekerjaan tersebut di SNI (yang kami pakai SNI 2007), yaitu :

Tenaga Kerja :
Pekerja 0,600
Tukang Batu 0,200
Kepala Tukang 0,020
Mandor 0,030

Jumlah Tenaga Kerja adalah :
0,600 x 60 m2 = 36 hari pekerja
0,200 x 60 m2 = 12 hari tukang batu
0,020 x 60 m2 = 1,2 hari kepala tukang
0,030 x 60 m2 = 1,8 hari mandor

Sehingga apabila pekerjaan pasangan batu bata merah seluas 60 m2 tersebut akan dikerjakan selama 5 hari, maka jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sebagai berikut :
36 hari : 5 = 7,2 dibulatkan 8 pekerja
12 hari : 5 = 2,4 dibulatkan 3 tukang batu
1,2 hari : 5 = 0,24 dibulatkan 1 kepala tukang
1,8 hari : 5 = 0,36 dibulatkan 1 mandor

Demikian ulasan tentang cara menghitung jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Semoga bermanfaat, terima kasih.....

JAKARTA - Pengerjaan proyek transportasi massal monorel yang telah bertahun-tahun tertunda akhirnya akan dilanjutkan kembali. Setelah beberapa waktu yang lalu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meresmikan peletakan batu pertama proyek pembangunan MRT, kini giliran proyek monorel yang akan digarap Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

Ide pembangunan moda transportasi massal Monorel di Jakarta sebenarnya sudah lama muncul. Konstruksinya mulai dibangun pada tahun 2004 dan berlanjut di tahun 2005. Namun tahun 2011 proyek tersebut resmi dihentikan.

Di tahun 2005, Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso mencoba menjalankan proyek ini. Sejumlah tiang sudah berdiri, namun umur proyek tersebut tak panjang. Akhirnya proyek ini secara resmi dihentikan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke) pada tahun 2011.

Kini, giliran Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang memegang tongkat estafet untuk 'menghidupkan' kembali mega proyek moda transportasi berbasis rel tersebut.

Peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek tersebut akan dilakukan hari ini, Rabu (16/10) pukul 09.00 WIB oleh PT Jakarta Monorail di Jalan Setiabudi Utara, Kuningan, Jakarta Selatan. Rencananya, acara groundbreaking itu akan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.

Monorel akan dibangun dalam dua rute, yaitu rute blue line dan green line. Rute blue line akan membentang sepanjang 14,2 km, dari Kawasan Kampung Melayu menuju Tanah Abang dan mencakup 12 stasiun.

Sementara jalur green line akan membentang sepanjang 14,8 kilometer dengan rute Casablanca-Taman Rasuna-Kuningan Sentral-Setiabudi Utara-Karet-Pejompongan-Palmerah-Stadion Madya-Plaza Senayan-Gelora Bung Karno-SCBD-Polda Metro Jaya-Satria Mandala-Gran Melia-Casablanca.

Proyek yang memakan dana Rp 15 triliun ini diprediksi, menurut rencananya, akan memakan waktu pengerjaan selama tiga tahun.


#Sumber : Berbagai sumber