Poker Asli Indonesia


Lantai kerja merupakan pekerjaan yang biasa dilakukan dalam konstruksi bangunan dengan lingkup dan kondisi lingkungan yang cukup kompleks. Ketebaan lantai kerja biasanya setebal 10 - 15 cm. Adapun fungsi dari pembuatan lantai kerja adalah sebagai berikut :
  1. Memudahkan pekerja berdiri d atas lahan datar, lahan menjadi tidak kotor dan becek.
  2. Merupakan dudukan besi lapis bawah (untuk pondasi rakit atau pile-cap.
  3. Menahan gaya angkat (up-lift force) tanah di bawahnya.

Sedangkan langkah-langkah pembuatan lantai kerja adalah sebagai berikut :
  1. Memastikan elevasi yang diperlukan untuk lantai kerja (leveling lantai).
  2. Memasang pondasi cerucuk bambu. Jarak dan kedalaman cerucuk sangat bergantung pada kondisi tanah. Bila kondisi tanah buruk (N-SPT < 15, tanah lunak) maka cerucuk dapat dibuat lebih dalam dan jarak antar-cerucuk dapat lebih rapat.
  3. Memasang plastik atau sekat sejenis. Fungsi pemasangan plastik adalah untuk membatasi lapis beton agar tidak bercampur dengan tanah.
  4. Pembesian lantai kerja. Pembesian pada lantai kerja perlu untuk memperkuat lantai kerja agar cukup kuat menahan gaya tekan dan up-lift tanah. Penggunaan besi cukup dengan diameter kecil saja (cukup 8 mm) dan dapat menggunakan besi polos. Jarak penulangan dapat dibuat renggang (20-25 cm) sesuai dengan kebutuhan. Usahakan memakai besi-besi bekas potongan agar tidak terjadi waste besi yang berlebih.
  5. Membuat bekisting di sekitar batas lantai kerja rencana.
  6. Cor lantai kerja.

Demikian sedikit ulasan tentang lantai kerja. Terima kasih....




Seringkali kita dengar berita ada kecelakan di tempat kerja. Lebih-lebih kecelakaan kerja di Proyek. Menurut beberapa sumber terungkap bahwa sektor konstruksi menjadi penyumbang tertinggi kecelakaan kerja bila dibanding dengan sektor lain.

Pada kesempatan ini akan kami sajikan beberapa teori tentang kecelakaan kerja menurut beberapa ahli, antara lain :
1. Teori Heinrich ( Teori Domino)
Teori ini mengatakan bahwa suatu kecelakaan terjadi dari suatu rangkaian kejadian. Ada lima faktor yang terkait dalam rangkaian kejadian tersebut yaitu : lingkungan, kesalahan manusia, perbuatan atau kondisi yang tidak aman, kecelakaan, dan cedera atau kerugian ( Ridley, 1986 ).

2. Teori Multiple Causation
Teori ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kemungkinan ada lebih dari satu penyebab terjadinya kecelakaan. Penyebab ini mewakili perbuatan, kondisi atau situasi yang tidak aman. Kemungkinan-kemungkinan penyebab terjadinya kecelakaan kerja tersebut perlu diteliti.

3. Teori Gordon
Menurut Gordon (1949), kecelakaan merupakan akibat dari interaksi antara korban kecelakaan, perantara terjadinya kecelakaan, dan lingkungan yang kompleks, yang tidak dapat dijelaskan hanya dengan mempertimbangkan salah satu dari 3 faktor yang terlibat. Oleh karena itu, untuk lebih memahami mengenai penyebab-penyebab terjadinya kecelakaan maka karakteristik dari korban kecelakaan, perantara terjadinya kecelakaan, dan lingkungan yang mendukung harus dapat diketahui secara detail.

4. Teori Domino Terbaru
Setelah tahun 1969 sampai sekarang, telah berkembang suatu teori yang mengatakan bahwa penyebab dasar terjadinya kecelakaan kerja adalah ketimpangan manajemen. Widnerdan Bird dan Loftus mengembangkan teori Domino Heinrich untuk memperlihatkan pengaruh manajemen dalam mengakibatkan terjadinya kecelakaan.

5. Teori Reason
Reason (1995-1997) menggambarkan kecelakaan kerja terjadi akibat terdapat “lubang” dalam sistem pertahanan. Sistem pertahanan ini dapat berupa pelatihan-pelatihan, prosedur atau peraturan mengenai keselamatan kerja.

6. Teori Frank E. Bird Petersen
Penelusuran sumber yang mengakibatkan kecelakaan. Bird mengadakan modifikasi dengan teori domino Heinrich dengan menggunakan teori manajemen, yang intinya sebagai berikut:
  • Manajemen kurang kontrol.
  • Sumber penyebab utama.
  • Gejala penyebab langsung (praktek di bawah standar).
  • Kontak peristiwa (kondisi di bawah standar).
  • Kerugian gangguan (tubuh maupun harta benda).

Demikian beberapa teori tentang kecelakaan kerja menurut beberapa ahli. Kita berharap dalam pelaksanaan proyek kita masing-masing tidak ada kecelakaan kerja (zero accident). Terima kasih.



Curtain Wall merupakan bentuk konstruksi non struktural yang terbuat dari rangka aluminium dan kaca yang berfungsi sebagai dinding exterior penutup sebuah bangunan. Curtain Wall sebagai pengganti dinding mulai dikenal di dunia selepas pertengahan abad sembilan belas. Sebelumnya struktur bangunan menggunakan dinding tembok sebagai penyangga keseluruhan beban bangunan. Perkembangannya semakin pesat ketika mulai ditemukan material aluminium, yang kemudian juga menguntungkan dengan produksi masal dan ekonomis.

Fungsi Curtain Wall sebagai filter memungkinkan gedung yang dibungkus dengan curtain wall dapat dihuni dengan nyaman di bagian interior memisahkan kondisi udara eksterior dan interior, karakter udara yang disaring, meliputi Debu, Suhu, kelembaban dan faktor lainnya.

Faktor utama untuk dipertimbangkan dalam merancang Curtain Wall adalah integritas struktural Curtain wall itu sendiri. Berdasarkan jenisnya Curtain Wall dapat dikategorikan menjadi, Stick System, Unitized Systems, dan Semi Untized Systems.

Pada umumnya Curtain Wall terdiri dari frame aluminium dengan bahan pengisi kaca, aluminium composite panel atau material lain seperti beton pra cetak, batu alam dan plat metal lain.

Sebelum mempertimbangkan fungsi lain sebagai filter, Curtain wall harus dirancang untuk mampu berdiri dan menerima beban baik dari material itu sendiri, seperti berat kaca, berat aluminium, aluminium composite panel, metal sheet. dll atau gaya-gaya yang ditimbulkan oleh faktor luar seperti angin hujan, salju, ekspansi alibat panas, gempa bumi.

Beban-beban yang berpengaruh dengan Curtain Wall antara lain :
• Beban Mati
Beban mati berasal dari berat curtain wall itu sendiri, baik dari mullion, transoms, kaca Anchor, dan elemen-elemen lain curtain wall.

• Beban Angin
Angin merupakan faktor alam yang cukup rumit untuk diantisipasi dalam merancang Curtain Wall, tanpa kombinasi dengan hujan dan salju, angin dengan kecepatan tinggi akan mampu meruntuhkan Curtain Wall yang tidak dirancang dengan benar. Selain harus mempertimbangkan angin yang bertiup menuju bangunan (+wind load) perancang harus lebih berhati-hati terhadap angin yang meninggalkan gedung (-wind load). Tekanan positif yang ditimbulkan oleh angin yang bergerak menuju gedung akan ditopang oleh semua elemen struktural curtain wall, tetapi untuk tekanan angin negatif, hanya beberapa elemen curtain wall yang bekerja untuk menahannya.

• Beban Gempa
Beban akibat gempa bumi harus diperhitungkan, mengingat di Indonesia merupakan wilayah potensi gempa. Curtain wall harus mampu mengakomodasi pergerakan bangunan yang ditimbulkan oleh gempa bumi. Dalam merencanakan curtain wall harus diperhitungkan agar sistem secara keseluruhan mampu menahan pergerakan bangunan akibat gempa tanpa mengalami kerusakan atau kebocoran air. Sistem anchor Curtain wall terhadap struktur bangunan mempunyai peran penting dalam menyelesaikan masalah ini, tentu saja struktur utama bangunan juga harus dirancang untuk mampu mengakomodasi gerakan akibat gempa.

• Beban Akibat Salju
Di daerah bersalju, sistem curtain wall harus juga mampu menahan beban akibat akumulasi salju yang akan timbul. Karena sebagian besar curtain wall di rancang secara vertikal, pertimbangan salju ini berlaku untuk curtain wall yang membentuk sudut lebih dari 20 derajad.

• Beban Akibat Panas
Mengingat sebagian besar Curtain Wall adalah aluminium yang mempunyai koefisien ekspansi panas yang sangat tinggi, hal ini akan menyebabkan ekspansi yang cukup tinggi akan terjadi setelah beberapa lantai terakumulasi dalam perbedaan suhu yang tinggi. Hal ini biasanya diatasi dengan detail gap dengan penyelesaian gasket.

• Beban Akibat Ledakan
Dengan maraknya isu terorisme dan sejarah yang telah mencatat bahwa gedung dengan curtain wall merupakan sasaran favorit peledakan seperti WTC, Alfred P. Murrah Federal Building di Oklahoma City, Oklahoma maka di Amerika menjadi kewajiban bangunan publik untuk dapat mengantisipasi serangan bom. Pendekatan keamanan terhadap serangan bom biasanya diatasi dengan pemakaian kaca laminated, yang ketika pecah tidak akan berhamburan.

Demikian sedikit ulasan tentang Curtain Wall beserta karakteristiknya. Semoga bermanfaat. Terima kasih...



Dalam sebuah proyek, biasanya ada pekerjaan Sumur Dalam (Deep Well) sebagai salah satu sumber air bersih pada bangunan tersebut selain dari PDAM setempat. Sumur Dalam (Deep Well) sendiri biasanya dibor pada kedalaman 150 m - 200 m tergantung kandungan air tanah pada lokasi proyek tersebut.

Ada beberapa cara untuk menentukan titik lokasi pengeboran sumur dalam (deep well) agar didapatkan air tanah yang sesuai dengan debit air yang diinginkan, antara lain :

1. Dengan menggunakan Geolistrik
Salah satu teknik untuk menentukan titik pengeboran dengan lokasi yang memiliki cekung air/sumber air yang banyak (Akuifer) adalah dengan metoda Geolistrik. Metoda ini memerlukan lahan untuk dilakukan survey yang cukup luas untuk mencari cekungan air (Akuifer) di dalam tanah.

Dengan menggunakan teknik Resistivity maka dapat ditentukan tahanan yang disesuaikan dengan kontur tanah/jenis batuan yang merupakan sumber air. Sehingga dapat ditentukan kedalaman yang ideal untuk mencapai air yang cukup banyak dan kualiatas yang baik.

Dikarenakan peralatan Geolistrik ini cukup mahal, maka setiap pengeboran melakukan survey terlebih dahulu. Kegiatan survey Geolistrik ini bisa memperoleh informasi keadaan tanah hingga 150 meter.

2. Dengan menggunakan Geo Electromagnetic Satellite Scan
Penentuan titik pengeboran dengan metoda Geo Electromagnetic Satelite Scan (Belah Bumi) lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan peralatan Geolistrik.

Keunggulan Geo Electromagnetic Satellite Scan mampu melacak :
  1. Lebar Sungai Bawah Tanah
  2. Arah Aliran Sungai Bawah Tanah
  3. Membaca hingga kedalaman 400 mtr dibawah tanah
  4. Mengetahui Struktur Tanah secara detail
  5. Mengetahui frekwensi Aliran Air tanah
  6. Mengetahui kedalaman Jalur Sungai Bawah Tanah
  7. Mengetahui Conductivity Struktur Tanah

Akurasi ketepatan geolistrik hanya 50% sedangkan Geo Electromagnetic Satellite Scan 90%. Seringkali Clay basah dibaca air oleh peralatan Geolistrik. Geo Electromagnetic Satellite Scan hanya membaca air yang mengalir di dalam tanah sehingga untuk pengeboran jaran sekali mengalami air kering setelah proses pengeboran selesai.

Berikut adalah contoh hasil Scan Geo Electromagnetic Satellite Scan :


Demikian sedikit ulasan tentang cara menetukan titik lokasi pengeboran sumur dalam (deep well). Semoga bermanfaat. Terima kasih....

Semarang - Masjid Layur merupakan salah satu Masjid tertua yang berada di Kota Semarang. Masjid ini berada di Jl. Layur Nomor 33, Kampung Melayu, Semarang. Kawasan ini merupakan tempat bermukim penduduk Melayu pada masa Hindia Belanda (sekitar 1743 Masehi).

Masjid ini didirikan pada tahun 1802 dan dibangun oleh sejumlah Saudagar dari Yaman yang bermukim di ibu kota Jawa Tengah. Masjid Layur ini lebih dikenal dengan sebutan Masjid Menara Kampung Melayu. Atap Masjid Layur tidak menggunakan kubah sirap yang umumnya digunakan pada Masjid-Masjid zaman dulu, tetapi Masjid ini memiliki atap yang berbentuk tajuk bersusun tiga dan tertutup genteng. Meski sudah berusia ratusan tahun, Masjid ini masih kokoh dan terawat. Hanya terdapat sedikit perubahan yang dilakukan oleh pihak Yayasan Masjid (selaku pengelola masjid) seperti penggantian atap ijuk menjadi atap genteng, menaikan pondasi lantai, dan penambahan ruang pengelola. Ukurannya yang bisa di bilang kecil ini, memang membuat Masjid Layur nampak seperti mushola jaman sekarang, bahkan lebih kecil lagi.

Hal yang unik dari Masjid ini adalah bentuk bangunan yang kental dengan bangunan arsitektur gaya Timur Tengah. Hal tersebut tampak pada menara yang berdiri kokoh di depan pintu masuk Masjid. Adapun bangunan utama masjid bergaya khas Jawa dengan atap masjid susun tiga. Dari gaya arsitekturnya, Masjid Menara merupakan percampuran dari tiga budaya yakni : Jawa, Melayu, dan Arab.

Selain bentuk bangunan yang unik, Masjid Layur juga menyimpan harta lain yang tak ternilai, yaitu kitab - kitab kuno, yang konon dibawa oleh para habib untuk menyebarkan agama Islam di Semarang sekitar pada abad 18. Kitab - kitab tersebut masih menggunakan bahasa dan tulisan Arab asli dan dibacakan pada acara - acara khusus. Kitab tersebut hanya boleh dibaca dan didengar oleh kalangan Islam ortodok.

Berikut kami sajikan beberapa foto Masjid Layur Semarang :







Demikian sedikit ulasan tentang sisa kejayaan arsitektur bangunan Masjid Layur Semarang yang menjadi salah satu peninggalan sejarah di kota Semarang Jawa Tengah. Semoga menambah wawasan kita tentang bangunan-bangunan sejarah di Indonesia. Terima kasih....





Genteng merupakan salah satu jenis penutup atap rumah yang paling umum digunakan di Indonesia. Genteng seperti penutup atap lainnya berfungsi sebagai pelindung dari panas dan hujan. Selain itu tampilan genteng menjadi hal yang penting dalam membantu penampilan aksen sebuah rumah. Dengan mengetahui jenis genteng beserta kelebihan dan kekurangannya, diharapkan dapat memilih genteng yang tepat untuk rumah kita.

Di bawah ini akan kami ulas jenis-jenis genteng yang biasa digunakan di Indonesia beserta karakteristiknya, antara lain :
1. Genteng Tanah Liat / Genteng Kodok.
Genteng kategori ini terbuat dari tanah liat yang ditekan / di-press, kemudian dipanaskan menggunakan bara api dengan derajat kepanasan tertentu. Daya tahan genteng jenis ini sangat kuat. Untuk pemasangan diperlukan teknik pemasangan kunci / kaitan genteng pada rangka penopang. Selain tampilan alami berwarna oranye kecoklatan hingga merah terakota, Anda juga bisa mewarnai genteng tanah liat. Kini, telah tersedia berbagai macam pilihan warna-warni yamg menarik.

Kelebihan dari genteng tanah liat adalah :
  • Harganya relatif murah.
  • Mempunyai beban yang ringan shingga meminimalisir beban atap.
  • Memiliki kuat tekan sehingga dapat diinjak.

Kelemahan dari genteng ini adalah :
  • Diperlukan ketelitian pada saat pemasangan reng sehingga tidak terjadi kebocoran di dalam rumah.
  • Mudah berlumut atau berjamur jika tidak dilapisi cat atau glasur.
  • Menggunakan pola pemasangan zig zag dengan sistem sambungan inlock.

2.Genteng Metal atau Genteng Berbahan Logam.
Genteng jenis ini memiliki ukuran yang lebih besar dari genteng tanah liat, yaitu sekitar 60-120 cm, dengan ketebalan 0,3 mm. Pemasangan genteng ini tidak jauh beda dengan genteng dari tanah liat. Karena memiliki ukuran yang lebih lebar maka dapat mempercepat waktu pemasangan pada sebuah rumah. Genteng jenis ini biasanya memerlukan sekrup untuk pemasangannya agar tidak mudah terbawa angin karena bobotnya lumayan ringan. Pilihan warna genteng metal yang tersedia sangat variatif dan menarik. Kombinasi warna atap dan dinding fasade bangunan dapat menciptakan harmoni warna yang menarik. 

Keunggulannya dari genteng metal ini adalah :
  • Mudah dan cepat dalam pemasangannya.
  • Hemat material karena bentangnya yang lebih lebar.
  • Dilapisi bahan anti karat.
  • Menggunakan bahan anti pecah jadi lebih aman dari kebocoran.
  • Teknologi baru yang membuat genteng tidak menimbulkan panas dan tidak mudah terbakar.
  • Dilapisi bahan anti lumut sehingga tidak perlu khawatir untuk mengecet ulang yang tentunya memerlukan biaya tambahan.

Kelemahannya yang perlu diperhatikan adalah :
  • Ketika pemasangannya, karena jika tidak rapi maka akan sangat tidak indah dilihat.

3. Genteng Aspal.
Material genteng yang satu ini bersifat solid namun tetap ringan, terbuat dari campuran lembaran bitumen (turunan aspal) dan bahan kimia lain. Ada dua model yang tersedia di pasaran, yaitu :
  • Model datar bertumpu pada multipleks yang menempel pada rangka.
  • Model bergelombang yang pemasangannya cukup disekrup pada balok gording.

Kelebihananya adalah :
  • Ringan 1/6 dari berat genteng beton atau keramik.
  • Bisa digunakan untuk kemiringan genteng 22,5° sampai 90°.
  • Mudah dan praktis dalam pemasangannya.
  • Tahan terhadap api dan mampu menahan tekanan angin.
  • Memiliki pilihan warna dan dilindungi lapisan anti jamur dan anti pudar.

Kelemahannya adalah :
  • Pada harganya yang relatif mahal.

4. Genteng Kaca.
Genteng ini dipakai agar sinar matahari dapat masuk ke dalam ruangan secara langsung sehingga menghemat konsumsi listrik untuk penerangan. Material genteng ini terbuat dari kaca. Genteng ini mempunyai bentuk yg terbatas sehingga kompatibel / sesuai dengan beberapa jenis genteng tertentu saja.

Keunggulannya adalah :
  • Bahannya yang bersifat transparan.
  • Bisa memberikan pencahayaan alami di dalam rumah.
  • Kaca memiliki kesan modern sehingga cocok dipadukan di rumah yang bergaya modern dan minimalis.

Kekurangannya adalah :
  • Bahannya yang mudah pecah.
  • Penggunaan yang berlebihan akan berakibat meningkatnya suhu ruangan dibawahnya.

5. Genteng Keramik.
Genteng ini memiliki warna yang cukup banyak karena pada saat proses finishingnya dilapisi pewarna pada bagian atasnya (glazur). Bahan utama genteng ini adalah keramik.

Kelebihan dari genteng ini adalah :
  • Lebih tahan lama dan kuat menahan beban manusia.
  • Warna akan tahan lama karena diproses dengan pembakaran dengan suhu 1100 ° C.
  • Sistem interlock yang memungkinkan adannya celah untuk mengaitkan.

Kelemahannya adalah :
  • Diperlukan ketelitian pada saat pemasangan reng sehingga tidak terjadi kebocoran di dalam rumah.
  • Selain itu diperlukan kemiringan atap minimum 30° agar air hujan dapat mengalir sempurna dan genting tidak dapat terlepas ketika diterpa angin (jika dipasang pada sudut kemiringan 45 – 60 °.
  • Perlu bantuan baut ketika memasangnya agar genting tidak terlepas dan lebih kuat.

6. Genteng Beton.
Genteng jenis ini terbuat dari beton, yaitu campuran pasir, semen, kerikil, dan bahan aditif. Bentuknya yang bergelombang dan ada juga yang datar. Bentuk datar muncul seiring dengan gaya arsitektur rumah yang modern dan minimalis sehingga perlu adanya penyesuaian bentuk atap yang lebih sederhana.

Keunggulannya adalah :
  • Kuat dan tahan lama dan daya tahan terhadap tekanan tinggi sehingga tidak mudah goyah oleh angin.

Kekurangannya adalah :
  • Memiliki tekstur yang kasar dan mudah timbul lumut pada permukaannya.

7. Genteng Policarbonat.
Polycarbonate berbentuk lembaran datar dengan pilihan warna bervariatif dan dijual per roll. Polycarbonate ada dua jenis yaitu :
  • Polycarbonate rata dengan rongga
  • Polycarbonate bergelombang tanpa rongga.

Polycarbonate biasanya digunakan di garasi, kanopi atau untuk atap tambahan. Harga Polycarbonate tergantung merk dan jenis. Pemasangan polycarbonat untuk rangka kayu menggunakan paku,sedangkan untuk rangka baja menggunakan mur baut.

Tips sederhana memilih kualitas polikarbonat (polycarbonate) adalah dengan menekan kuat dengan jari penampang berongga pada lembaran polikarbonat, jika berkualitas jelek maka konstruksi berongga polikarbonat yang ditekan tadi tidak akan kuat menahan tekanan jari ('penyok'), anda bisa lakukan test ini pada beberapa merk polikarbonat yang berbeda lebih disarankan lagi anda lakukan test ini pada polikarbonat dengan harga yang termahal dan pada harga yang termurah untuk lebih jelas melihat perbedaannya.


Kelebihan dari polycarbonate adalah :
  • Dapat meredam radiasi matahari
  • Dicetak dalam bentuk lembaran,sehingga mudah bila dipakai di luasan yang besar.
  • Cepat dalam pemasangan
  • Mudah di dapat di pasaran
  • Kedap air
  • Bebas rayap

Kekurangan dari Polycarbonate adalah :
  • Harganya mahal.
  • polycarbonate berongga rentan terhadap jamur dan sulit dibersihkan.

8. Genteng Sirap.
Genteng sirap berasal dari kayu ulin yang dikenal juga dengan nama kayu besi atau kayu bulian. Kayu ulin berasal dari daerah Kalimantan dan memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap perubahan suhu, kelembaban, dan pengaruh air laut, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, seperti konstruksi rumah, jembatan, tiang listrik, bantalan kereta api, dan perkapalan.

Bentuk atap sirap biasanya berupa lembaran tipis memanjang yang dihasilkan dari belahan kayu ulin. Atap sirap dari kayu ulin ini berwarna coklat kehitaman. Ukuran 1 lembar atap sirap biasanya (p x l x t) = 58 x 6 x 0,3 dan 58 x 6 x 0,5 (masing-masing dalam satuan cm). Lembaran tipis tersebut dikemas dalam ikatan.

Saat ini Pemerintah memperketat perdagangan dan pemanfaatan kayu ulin, sehingga peredaran atap sirap dari kayu ulin sangat berfluktuatif, bahkan terkadang sulit menemukan atap sirap di pasaran. Oleh karena itu kini mulai diproduksi atap sirap dari bahan kayu merbau sebagai alternatif pengganti atap sirap dari kayu ulin. Merbau merupakan salah satu jenis kayu keras dan biasanya dimanfaatkan dalam konstruksi bangunan, jembatan, parket (flooring), pintu dan jendela, dan lain-lain. Berbeda dengan atap sirap ulin, atap sirap merbau ini berwarna coklat kekuningan.

Kelebihan dari atap sirap :
  • Bahannya cukup ringan.
  • Bersifat isolisasi terhadap panas.

Kekurangan menggunakan atap sirap :
  • Pemasangannya cukup sulit sehingga biaya yang akan digunakan akan bertambah
  • Bila lembaran sirap belum cukup kering sudah di pasang akan membilut dan berubah bentuk menjadi cekung.

9. Genteng Asbes (Fiber Semen).
Asbestos / asbes, merupakan gabungan enam mineral silikat alam. Penutup atap dari bahan asbes sangat akrab dengan masyarakat, selain harganya murah dan pemasangannya mudah, karena atap asbes memiliki bobot yang ringan sehingga tidak membutuhkan konstruksi gording yang khusus.

Kelebihan genteng asbes adalah :
  • Lebih murah dibandingkan genting.
  • Pemasangan relatif lebih mudah.
  • Tidak membutuhkan banyak kayu reng tidak mudah bocor dan ruangan menjadi sejuk karena sifat asbes yang tidak menyerap panas.

Kekurangan genteng asbes adalah :
  • Penggunaan asbes sebagai atap rumah menurut para ahli kesehatan sebetulnya kurang baik karena dapat menyebabkan penyakit.Hal ini terjadi karena serat asbes dalam bentuk partikel mudah lepas dan beterbangan, sehingga bila terhirup penghuninya akan dapat menyebabkan penyakit kanker paru-paru.

10. Genteng Atap Kain Terpal.
Genteng jenis ini umumnya hanya digunakan pada atap sebuah balkon, atau cocok juga diterapkan untuk atap sebuah jendela. Terbuat dari bahan kain terpal serta plastik padat yang elastis. Jenis ini bertumpu pada kerangka besi yang sudah dibentuk sesuai dengan keinginan. Dikuatkan atau ditempel dengan menggunakan baut dan sekrup supaya dapat menempel kuat pada dinding. Jenis ini keunggulan lainnya adalah sistemnya uang mudah untuk dibongkar pasang.

Demikian ulasan tentang jenis-jenis genteng yang biasa digunakan di Indonesia. Semoga bermanfaat....





Plug atau dalam kehidupan sehari-hari kita kenal dengan nama colokan atau steker adalah pencolok yang dipasang pada ujung kabel listrik yang ditusukkan pada lubang aliran listrik untuk menyalakan alat elektronik. Steer digunakan sebagai saluran untuk sumber daya listrik.

Socket atau dalam kehidupan sehari-hari kita kenal dengan nama stop kontak adalah komponen listrik yang berfungsi sebagai muara penghubung antara peralatn listrik dengan aliran listrik.

Berdasarkan klasifikasinya, plug dan socket listrik di setiap negara berbeda-beda. Namun secara umum jenis dan standar plug dan socket listrik dibedakan menjadi 15 jenis, antara lain :
1. Jenis A


• 2 pin dengan standar NEMA 1–15 (North American 15 A/125 V ungrounded)
   plug jenis A juga dapat digunakan pada socket jenis B.
• JISC 8303, Class II (Japanese 15 A/100 V ungrounded) merupakan standar plug dan socket di  jepang yang mirip dengan plug dan socket jenis A, dan juga harus lulus uji dari MITI (Ministry of International Trade and Industry) dan JIS (Japanese Industrial Standards).


2. Jenis B


• 3 pin dengan standar NEMA 5–15 (North American 15 A/125 V grounded), merupakan plug dan socket standar di amerika utara (Canada, Amerika Serikat dan Mexico), juga digunakan di Amerika tengah, Karibia, Colombia, Ecuador, Venezuela dan sebagian Brazil, Jepang, Taiwan dan Saudi Arabia
• 3 pin dengan standar NEMA 5–20 (North American 20 A/125 V grounded), digunakan untuk instalasi rumah tanggal mulai tahun 1992, dengan slot socket model T.
• JIS C 8303, Class I (Japanese 15 A/100 V grounded).

3. Jenis C
• CEE 7/16 (Europlug 2.5 A/250 V ungrounded), Plug ini biasa digunakan dalam aplikasi-aplikasi class II (ungrounded). Plug ini adalah salah satu plug internasional yang paling banyak digunakan karena cocok dengan soket apapun yang bisa menerima kontak 4.0 – 4.8 mm dengan jarak pisah 19 mm. Plug ini bisa digunakan di semua negara-negara Eropa kecuali Inggris dan Irlandia (karena Inggris/Irlandia punya standar tersendiri). Tapi penggunaan plug ini secara umum memang terbatas untuk penggunaan aplikasi-aplikasi Class II yang memerlukan arus di bawah 2,5 A dan unpolarized.


• BS 4573 (UK shaver), digunakan di Inggris untuk kegunaan alat-alat cukur atau shaver yang ada di kamar mandi. Jarak antar pin 5,08 mm dengan panjang pin 15,88 mm dan telah digunakan di inggris sejak tahun 1960an.


• Soviet plug (6 A/250 V ungrounded), hampir sama dengan French type E dan CEE7/17

4. Jenis D


• BS 546 (United Kingdom, 5 A/250 V grounded), equivalent to IA6A3 (India), rated at 6A / 250V.
• BS 546 (United Kingdom, 15 A/250 V grounded), equivalent to IA16A3 (India) & SABS 164 (South Africa), rated at 16A / 250V.

5. Jenis E



• CEE 7/5 (French type E)

6. Jenis F

 

• CEE 7/4 (German "Schuko" 16 A/250 V grounded)
• Gost 7396 (Russian 10 A/250 V grounded)

7. Jenis E/F Hybrid


• CEE 7/7 (French/German 16 A/250 V grounded)

8. Jenis G


• BS 1363 (British 13 A/230-240 V 50 Hz grounded and fused), equivalent to IS 401 & 411 (Ireland), MS 589 (Malaysia) and SS 145 (Singapore), SASO 2203 (Saudi Arabia).

9. Jenis H


• SI 32 (Israeli 16 A/250 V grounded)
• Thai 3 pin plug TIS166-2549 (2006)

10. Jenis I


• AS/NZS 3112 (Australasian 10 A/240 V)
• CPCS-CCC (Chinese 10 A/250 V)


• IRAM 2073 (Argentinian 10 A/250 V)

11. Jenis J


• SEV 1011 (Swiss 10 A/250 V)

12. Jenis K


• Section 107-2-D1 (Danish 13 A/250 V earthed)

13. Jenis L

• CEI 23-16/VII (Italian 10 A/250 V and 16 A/250 V)
• CEI 23-16/VII (Italian 10 A/250 V)
• CEI 23-16/VII (Italian 16 A/250 V)

14. Jenis M

• BS 546 (South African 15 A/250 V)

15. Belum Mendapatkan kategori

• IEC 60906-1 (Brazilian 10 A and 20A /250 V)

Demikian tentang ulasan jenis-jenis plug dan socket listrik beserta negara pemakainya. Terima kasih...



Selamat pagi semuanya... Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal afiat. Pada kesempatan yang lalu telah kita bahas tentang hak dan kewajiban konsultan perencana serta hak dan kewajiban pembeeri tugas (pemilik proyek) dalam proyek konstruksi. Pada kesempatan kali ini akan kita bahas materi selanjutnya yaitu hak dan kewajiban konsultan pengawas. Apa saja hak an kewajiban konsultan pengawas dalam sebuah proyek konstruksi? Berikut paparannya.

Hak dan kewajiban Konsultan Pengawas dalam proyek konstruksi adalah sebagai berikut :
  1. Membantu kontraktor menyelesaikan pekerjaan daam waktu yang telah ditetapkan.
  2. Membimbing dan mengadakan pengawasan secara periodik dalam pelaksanaan proyek.
  3. Melakukan perhitungan prestasi pekerjaan.
  4. Mengkoordinasi dan mengendalikan kegiatan konstruksi serta aliran informasi antar berbagai bidang agar pelaksanaan pekerjaan berjalan dengan lancar.
  5. Menghindari kesalahan yang mungkin terjadi sedini mungkin serta menghindari pembengkakan biaya.
  6. Mengatasi dan memecahkan persoalan yang timbul di lapangan agar dicapai hasil akhir sesuai dengan yang diharapkan dengan kualitas, kuantitas, serta waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan.
  7. Menerima/menolak material/peralatan yang didatangkan oleh kontraktor.
  8. Menghentikan pekerjaan sementara apabila terjadi penyimpangan dari peraturan yang berlaku.
  9. Menyusun laporan kemajuan pekerjaan (harian, mingguan, bulanan).
  10. Menyiapkan dan menghitung adanya kemungkinan tambah atau berkurangnya pekerjaan.

Demikian sedikit gambaran tentang hak dan kewajiban konsultan pengawas dalam sebuah proyek konstruksi. Semoga menambah wawasan kita. Terima kasih...

Plin lantai atau sering juga disebut skirting sering kita jumpai dipasang pada dinding rumah kita / proyek kita. Plin lantai sendiri adalah bidang pembatas antara lantai dan dinding. Plin lantai biasanya dibuat setinggi 7 - 10 cm dari lantai.

Bahan plin lantai bermacam-macam tergantung dari jenis lantainya, tetapi pada umumnya plin lantai terbuat dari :
  1. Keramik.
  2. Cat Minyak.
  3. Homogeneous Tile.
  4. Plat Stainless Steel.
  5. Marmer / Granit.
  6. Kayu Solid / Kayu Olahan.

Plin lantai selain berfungsi sebagai keindahan interior / ornamen dinding, plin lantai juga berfungsi sebagai berikut :
  1. Menjaga dan melindungi dinding tetap bersih dari gesekan benda.
  2. Menjaga kebersihan cat dinding dari kotoran saat mengepel lantai.
  3. Mencegah debu dan kotoran berkumpul pada sudut pertemuan dinding dan lantai sehingga lebih mudah dibersihkan.
  4. Mempermudah pengerjaan acian dinding pada sudut.
  5. Sebagai border pemisah antara lantai dan dinding.
  6. Plin yang terbuat dari batu alam seperti marmer / granit dapat memberikan nuansa alami dan natural pada sebuah ruangan.
  7. Mempercantik pertemuan sudut ruangan agar tampak rapi dan bersih.

Pemasangan plin lantai ada 2 cara, yaitu :
  1. Rata dengan dinding (plin tanam). Setelah plin terpasang sebaiknya dibuat nat diatas plin sepanjang plin tersebut agar terlihat rapi dan bersih.
  2. Menonjol dari dinding (plin tempel). Plin yang menonjol dari dinding sebaiknya dibuat dari bahan yang bisa diprofil / dipinggul seperti kayu, marmer / granit.

Demikian sedikit penjelasan tentang plin lantai / skirting. Semoga bermanfaat...

Petugas P3K di tempat kerja sangat diperlukan sekali untuk mengawasi jalannya pelaksanaan pekerjaan. Hal ini bertujuan untuk menjaga dan mengawasi tingkah laku pekerja serta untuk mengantisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dapat secepatnya dilakukan penanganan oleh Petugas P3K.

Untuk berapa jumlah petugas P3K yang ideal di tempat kerja, berikut kami sajikan jumlah petugas P3K di tempat kerja yang kami kutip dari berbagai sumber sebagai berikut :
  1. Untuk Tempat kerja dengan faktor resiko rendah seperti toko, kantor, perpustakaan dan lain-lain dengan jumlah pekerja lebih dari 150 orang harus memiliki petugas P3K minimal 1 orang
  2. Untuk Tempat kerja dengan faktor resiko tinggi seperti konstruksi, industry kimia, galangan kapal dan lain-lain dengan jumlah pekerja lebih dari 100 orang harus memiliki petugas P3K minimal 1 orang.
  3. Apabila tempat kerja dengan unit kerja berjarak 500 meter atau lebih, masing-masing unit kerja harus terdapat Petugas P3K di tempat kerja sesuai jumlah pekerja dan tingkat faktor risiko di tempat kerja.
  4. Apabila tempat kerja pada lantai yang berbeda di gedung bertingkat, maka masing-masing unit kerja harus terdapat Petugas P3K di tempat kerja sesuai jumlah pekerja dan faktor risiko di tempat kerja.
  5. Apabila tempat kerja dengan jadwal kerja shift, maka masing-masing unit kerja tiap shift harus terdapat Petugas P3K di tempat kerja sesuai jumlah pekerja dan tingkat faktor risiko di tempat kerja.

Demikian sedikit ulasan tentang jumlah petugas P3K di tempat kerja. Semoga menambah wawasan kita tentang K3. Terima kasih....



Seringkali kita lihat lampu-lampu penerangan di pinggir jalan bisa hidup dan mati sendiri secara otomatis. Bagi yang berkecimpung di dunia kelistrikan mungkin hal ini dibilang sepele, namun bagi yang awam dengan dunia kelistrikan, pada kesempatan ini akan kami bahas tentang saklar otomatis pada lampu penerangan jalan.

Pada umumnya instalasi penerangan jalan banyak menggunakan photocell dan timer sebagai saklarnya. Pada kesempatan ini kami akan lebih membahas photocell sebagai saklar. Untuk timer sebagai saklar barangkali akan kami bahas pada kesempatan selanjutnya.

Photocell merupakan saklar otomatis yang prinsip kerjanya berdasarkan sensor cahaya. Prinsip kerjanya jika cahaya mengenai / kontak body Photocell maka resistor (Light Dependent Resistor) sebagai komponen utamanya secara otomatis akan memperbesar nilai resistansi, sehingga arus listrik yang mengalir pada resistor akan terhambat hal ini mengakibatkan lampu sebagai beban akhirnya akan padam.

Untuk cara pemasangannya dapat dilihat pada gambar rangkaian di bawah ini :


Photocell bentuknya berbeda beda namun memasang nya tetap sama. Ada 3 kabel yang keluar dari alat ini yaitu kabel warna hitam, putih dan merah. Kabel hitam dihubungkan ke sumber listrik (Fasa), kabel merah ke lampu, sedang kabel putih ke netral.

Sangat mudah kan cara pemasangannya? Barangkali dari Anda yang ingin memasang photocell pada instalasi penerangan di teras rumah anda masing-masing tidak ada salahnya sehingga tidak susah payah menyalakan dan mematikan lampu penerangan di teras rumah, apalagi bagi Anda yang sering meninggalkan rumah ke luar kota dan tidak mau direpotkan dengan lampu penerangan teras rumah maka alat ini cocok membantu anda. Demikian, selamat mencoba dan terima kasih.....





Dalam sebuah proyek konstruksi, misalnya pembangunan gedung, sebagai kontraktor harus bisa merencanakan pengaturan site, penempatan fasilitas proyek, penempatan peralatan dan perlengkapan site dengan tepat agar pelaksanaan pekerjaan konstruksi tersebut berjalan dengan lancar dan meminimalkan gangguan apapun. Tidak ada alasan bagi seorang kontraktor mengatakan tidak bisa bekerja maksimal dikarenakan lokasi pembangunan sempit ataupun terdapat gangguan dari lingkungan sekitar. Biasanya sebelum pelaksanaan proyek pada saat survey lokasi sebagai kontraktor telah mengatur strategi dan rencana pengaturan site untuk mendukung kelancaran pelaksanaan proyek. Setelah tersusun rencana tersebut lalu diserahkan ke Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) untuk mendapatkan persetujuan site management.

Berikut ini akan kami ulas hal-hal yang biasanya diatur dalam site management proyek, antara lain :
  1. Jalan Proyek. Buatkan jalan menuju proyek untuk kendaraan mobilisasi material maupun perlengkapan dan peralatan menuju ke proyek. Jalan kendaraan proyek seharusnya tidak melintasi area bangunan agar pada saat area dibangun tidak mengganggu proses mobilisasi dan demobilisasi. Selain jalan proyek untuk kendaraan, buatkan juga jalan untuk pekerja menuju proyek yang biasanya diamankan dengan tali tambang di kanan kiri jalan.
  2. Pagar Proyek. Buat pagar di area terluar proyek mengelilingi area proyek untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan / dampak proyek terhadap lingkungan sekitar. Pagar proyek juga bertujuan agar area proyek tidak menjadi tempat lalu lalang orang-orang / masyarakat sekitar. Area proyek hanya boleh dimasuki untuk orang-orang tertentu. Maka pagar proyek wajib dibuat dalam sebuah proyek.
  3. Site Office. Posisi site office usahakan di area yang aman dan tidak di area bangunan sehingga site office tersebut tidak berpindah-pindah tempat sampai proyek selesai. Atau kalaupun tidak ada area yang bebas, maka usahakan site office ditempatkan di area yang paling terakhir dibangun.
  4. Area Pembersihan Mobil Truk dan Mobil Molen Beton. Buatkan area khusus untuk mencuci mobil truk pengangkut tanah maupun mobil truk molen, sehingga ketika mobil truk tersebut keluar dari area proyek, ban mobil tersebut tidak mengotori jalan sekitar dan lingkungan. Lebih-lebih apabila pada pelaksanaan proyek tersebut pada musim hujan, maka untuk menghindari komplain dari warga sekitar, area pembersihan kendaraan proyek harus ada.
  5. Gerbang Proyek. Posisi gerbang proyek rencanakan pada posisi yang langsung menuju jalan utama dan mudah diakses.
  6. Pos Satpam. Rencanakan posisi pos satpam berada di dekat gerbang proyek untuk memudahkan dalam pengontrolan lalu lintas keluar masuk proyek. Selain di dekat gerbang masuk proyek, usahakan buat pos satpam di area yang rawan yang memerlukan pengamanan yang ketat.
  7. Jalur Evakuasi. Rencanakan skenario evakuasi dan jalur evakuasi pekerja apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam proyek. Pasang rambu-rambu jalur evakuasi untuk memudahkan proses evakuasi pekerja dan sediakan titik kumpul evakuasi pekerja di tempat yang aman.
  8. Tower Crane (TC). Apabila proyek menggunakan tower crane, cari posisi tower crane yang dapat menjangkau dan melayani pengangkutan material untuk semua area lokasi proyek.
  9. Passenger Hoist (PH). Apabila proyek menggunakan passenger hoist, cari posisi yang aman dan di jalur jalan proyek untuk pekerja. Area jalan proyek untuk pekerja ke passenger hoist harus diamankan.
  10. Tangga Darurat Sementara. Biasanya terbuat dari scaffolding. Fungsi tangga darurat ini biasanya untuk inspeksi sebelum ada passenger hoist (bila ada) atau tangga bangunan dibuat. Cari posisi penempatan tangga darurat yang aman dan mudah dijangkau. Tangga darurat sementara ini kelihatannya sepele namun diperlukan untuk inspeksi pada saat pengecoran. Biasanya di tangga darurat sementara juga dipasang jaring pengaman.
  11. Lampu Penerangan. Lampu penerangan perlu diatur posisinya agar kegiatan pekerjaan dapat berlangsung dengan baik, terutama apabila pekerjaan dilakukan pada malam hari. Jumlah lampu penerangan juga harus cukup dan di jalur-jalur evakuasi harus dipasang lampu penerangan. Sediakan juga lampu penerangan yang moveable yang dapat dipindah-pindah sehingga dapat diletakkan pada titik darurat yang membutuhkan penerangan dalam waktu cepat.
  12. Toilet Sementara. Toilet sementara diperlukan untuk menjaga kebersihan dalam proyek dan untuk mendukung program K3. Biasanya hanya disediakan untuk tempat kencing bagi pekerja. Letakkan posisi tempat kencing tiap lantai yang mudah terlihat namun tetap menutup aurat. Pasang rambu-rambu menuju tempat kencing agar pekerja tidak kencing sembarangan di area proyek.
  13. Area Khusus Merokok. Area khusus merokok perlu disediakan bagi pekerja agar pekerja tidak merokok sembarangan yang menjadi salah satu penyebab terjadinya kebakaran di proyek. Petugas K3 harus melarang semua pekerja merokok pada saat melakukan aktivitas pekerjaan. Apabila pekerja mau merokok harus ke tempat area khusus merokok yang telah disediakan. Usahakan pasang rambu-rambu di area khusus merokok.
  14. Gudang Proyek. Atur posisi gudang proyek pada titik mana kendaraan pengangkut material maupun perlengkapan berhenti sehingga memudahkan pekerja memindahkan material / perlengkapan tersebut ke lokasi proyek.
  15. Area yang boleh dan yang tidak boleh di akses. Pada saat pelaksanaan proyek sudah menginjak pada tahapan pekerjaan finishing biasanya dilokalisir area-area mana yang tidak boleh diakses dan area-area mana yang masih boleh di akses. Hal ini bertujuan untuk menjaga produk yang sudah dipasang dari kerusakan sebelum serah terima pekerjaan. Biasanya kontraktor merencakan pengaturan area-area tersebut dengan memperhatikan jalur-jalur pekerja agar pekerjaan yang belum selesai tetap berjalan namun tidak mengganngu area yang telah selesai dikerjakan dari kerusakan. Biasanya dipasang rambu-rambu khusus di area yang tidak boleh di akses atau apabila area tersebut berbentuk ruangan tertutup maka ruangan tersebut dikunci untuk mengamankan barang-barang yang telah dipasang.

Demikian sedikit ulasan tentang hal-hal yang diatur dalam site management proyek. Kecakapan dalam mengatur site berpengaruh dalam pelaksanaan pembangunan. Semoga bermanfaat, terima kasih....

Sprinkler merupakan salah satu sistem yang digunakan untuk memadamkan kebakaran pada sebuah bangunan. Sprinkler akan secara otomatis menyala bila ada kebakaran yang terjadi. Instalasi sprinkler dipasang secara permanen di dalam bangunan.

Sering kali kita bertanya-tanya dan bingung bagaimana cara menentukan jumlah titik sprinkler untuk bangunan di proyek kita agar tepat dan pas dalam mengantisipasi kebakaran di gedung tersebut. Pada kesempatan kali ini akan kami ulas tentang cara menghitung jumlah titik sprinkler dalam sebuah gedung. Berikut rumus untuk menentukan jumlah titik sprinkler :

Jumlah Titik Sprinkler = Luas Bangunan
                                                                    Luas sprinkler / perlindungan

Dimana : Luas bangunan = P x L
                Luas sprinkler  = π(R)2
                R                       = 2,4 m

Contoh :
Sebuah ruangan berukuran 60 x 3 meter. Berapa jumlah titik sprinkler yang diperlukan ruangan tersebut?

Jawab

Jumlah titik sprinkler = luas bangunan
                                          luas sprinkler / perlindungan

Luas bangunan = 60 x 3
                          = 180 m2
Luas sprinkler   = π(R)2
                          = 3,14 x (2,4)2
                          = 18,08 m2
Maka :
Jumlah titik sprinkler = 180
                                       18,08
                                   = 9,95
Dibulatkan                 = 10 buah.

Mudah kan? Selamat mencoba menghitung jumlah sprinkler yang ada di proyek anda masig-masing. Semoga bermanfaat. Terima kasih.






Water stop adalah material pengisi celah pada rongga sambungan beton. Pemasangan waterstop dilaksanakan pada setiap joint, baik pada construction, contraction ataupun expansion joint.

Pada kesempatan ini akan kami bahas jenis-jenis water stop dan karakteristiknya, antara lain :
1. PVC Waterstop
Adalah bahan khusus yang terbuat dari PVC yang memiliki kelenturan bahan yang baik seperti karet dan dipasang pada sambungan beton yang rapat atau mempunyai celah dan berfungsi untuk menahan aliran air yang masuk kedalam bangunan melalui sambungan beton tersebut.

PVC Waterstop digunakan untuk sambungan konstruksi & sambungan menerus beton dengan masing-masing ukuran serta bentuk yang berbeda sesuai kebutuhan konstruksi yang diijinkan.

Biasanya digunakan untuk sambungan antara beton lantai, dinding dengan lantai, dan untuk sambungan menerus beton, perubahan arah, dll

Polyvinylchloride (PVC) Waterstops adalah mengandung bahan yang fleksibel dan membuat waterstops ini populer dengan kekhususannya dan kemampuannya. Sifat fisik bahan, elastisitas melekat sangat baik dan ketahanan terhadap bahan kimia dan tekanan air telah membuatnya menjadi bahan Waterstop paling banyak dibutuhkan pada sambungan konstruksi.

Waterstops PVC tersedia dalam beberapa jenis dan ukuran. Pemilihan jenis bahan Waterstop yang tepat harus dimulai dengan menentukan apakah sambungan tersebut bergerak atau tidak bergerak.

Aplikasi PVC Water stop termasuk yang berhubungan dengan:
  • Bak Air dan fasilitas air limbah
  • Bendungan, waduk, kanal penampungan air, dan saluran air
  • Terowongan dan gorong-gorong
  • Sambungan beton struktur gedung, dll.

2. Swellable Waterstop
Adalah bahan khusus yang terbuat dari bahan komposisi bentonite dengan butyl rubber compound yang akan mengembang beberapa hari setelah bersentuhan dengan air dengan maksimum pemuaian 300 persen dari volume / bentuk semula. Ditempatkan pada sambungan pengecoran beton untuk menghambat dan menghentikan perjalanan air menembus struktur beton melalui jalur yang terbentuk akibat sambungan. Pengembangan di dalam celah sambungan akan menutup semua celah yang tertinggal dan secara sempurna menjadi sumbat bagi air. Sangat cocok digunakan pada struktur beton yang rumit, misalnya lantai dan dinding basement, tangki air, kolam renang, dan lainnya yang berhubungan dengan air, dimana waterstop tipe lain sulit digunakan atau diaplikasikan secara sempurna.

Komposisi
Dibuat dari bahan sodium bentonite aktif yang ditambah additive khusus untuk menunda pengembangan.

Keunggulan
  • Praktis, cepat dan mudah dalam pemasangannya dan tidak membutuhkan tenaga khusus / ahli untuk memasangnya.
  • Tidak langsung mengembang sesaat bertemu air, aman meski terkena air hujan, air genangan ataupun air semen dari beton.
  • Flexibel dan mudah mengikuti tekstur permukaan beton.
  • Kualitas tidak menurun meski terus berhubungan dengan air yang bertekanan.
  • Kemampuan mengembang menyusut yang sangat tinggi, aman untuk struktur jangka panjang.

Demikian sedikit penjelasan tentang water stop dan aplikasinya. Semoga bermanfaat...

Penyimpangan pada pelaksanaan proyek terhadap perencanaan sering terjadi, baik terhadap biaya maupun waktu. Apabila dalam sebuah proyek kita berperan sebagai Konsultan Manajemen Konstruksi, kita dituntut untuk dapat mengendalikan biaya dan waktu agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Untuk mengetahui terjadinya penyimpangan secara dini, dapat dipergunakan metode varian dan metode earned value atau metode nilai hasil. Metode-metode ini dipakai untuk pengendalian terhadap biaya dan waktu.

a. Metode Varian
Yaitu pengendalian biaya proyek dengan melakukan identifikasi varian pada data pengeluaran biaya pelaksanaan terhadap biaya rencana secara periodik atau dalam kurun waktu tertentu.

b. Metode Nilai Hasil (earned value)
Dalam metode ini memakai dasar-dasar asumsi tertentu agar dapat dikembangkan untuk membuat perkiraan atau proyeksi keadaan masa depan proyek. Metode ini digunakan untuk :
(1) Mengetahui performance proyek dari sisi biaya pada suatu waktu;
  • apakah pengeluaran biaya > dari rencana.
  • apakah pengeluaran biaya < dari rencana.
  • apakah pengeluaran biaya = dari rencana.

(2) Mengetahui performance proyek dari sisi jadwal/waktu pada suatu waktu;
  • apakah waktu pelaksanaan lebih cepat dibanding rencana.
  • apakah waktu pelaksanaan lebih lambat dibanding rencana.
  • apakah waktu pelaksanaan sama dengan rencana.

(3) Prediksi biaya untuk menyelesaikan proyek setelah waktu evaluasi ; proyek untung atau rugi.
(4) Prediksi waktu untuk menyelesaikan proyek setelah evaluasi, lebih cepat atau lebih lambat.

Indikator dan Formulasi
Indikator yang digunakan dalam konsep nilai hasil :
  1. ACWP (Actual Cost Work Performed) ; Jumlah biaya aktual/yang sesungguhnya untuk suatu pekerjaan yang telah terlaksana dalam kurun waktu tertentu, didapat dari laporan akuntansi.
  2. BCWP (Undated Cost of Work Performed); Jumlah nilai hasil pekerjaan yang telah diselesaikan untuk suatu pekerjaan dalam kurun waktu tertentu, didapat dari laporan prestasi mingguan.
  3. BCWS (Budgeted Cost of Work Scheduled) ; biaya/anggaran yang direncanakan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, didapat dari time schedule, Bar Chard dan kurva S.
Ketiga indikator ini memperlihatkan varian biaya dan varian waktu. 

Varian biaya adalah penyimpangan pengeluaran biaya aktual untuk pelaksanaan pekerjaan terhadap prestasi riil dalam satuan biaya Varian biaya = Cost Varian = CV.
Rumusnya:

CV = BCWP – ACWP

Varian waktu/jadwal adalah penyimpangan prestasi riil (dalam satuan biaya) terhadap biaya rencana. Varian Jadwal = Schedule Varian = SV.
Rumusnya :

SV = KCWP – BCWS

Kinerja proyek dari analisis varian biaya dan varian waktu yang mungkin terjadi dapat dilihat sebagai berikut :
  • CV Positif berarti pekerjaan dilaksanakan dengan biaya kurang dari anggaran; untung.
  • CV negatif berarti pekerjaan dilaksanakan dengan biaya lebih dan anggaran; rugi.
  • CV nol berarti pekerjaan dilaksanakan dengan biaya sama dengan anggaran.
  • SV positif berarti pekerjaan dilaksanakan lebih cepat.
  • SV negatif berarti pekerjaan dilaksanakan terlambat.
  • SV nol berarti pekerjaan dilaksanakan sesuai waktu rencana.

Demikian sedikit penjelasan tentang metode pengendalian biaya dan waktu pada proyek. Terima kasih.






Kwh meter adalah alat yang digunakan oleh pihak PLN untuk menghitung besar pemakaian daya konsumen. Pada saat ini umumnya Kwh meter yang terpasang adalah Kwh meter prabayar. Kwh meter prabayar ini dirancang denngan menggunakan kwh meter elektrik yang
baru. Sistem pembayaran atau pengisian rekening listrk adalah dengan menggunakan
aplikasi chip card. Aplikasi ini sangat memudahkan masyarakat dan PLN dalam hal
proses pengisian rekening listrik yang efektif.

Lalu bagaimana cara menghitung Kwh meter prabayar?
Berikut ini adalah tabel rumus perhitungan token pln disesuaikan dengan Kwh meter prabayar yang anda miliki. Semakin besar daya yang anda gunakan maka semakin besar pula kwh/rupiah yang akan anda tanggung.

Tarif
Daya
Rp/Kwh
Bisnis B1
2.200
905
Rumah Tangga R1
5.500
890
Rumah Tangga R1
2.200
795
Bisnis B1
1.300
795
Rumah Tangga R1
1.300
790
Sosial S2
3.500
755
Sosial S2
2.200
650
Bisnis B1
900
630
Sosial S2
1.300
605
Rumah Tangga R1
900
605
Bisnis B1
450
535
Sosial S2
900
455
Sosial R1
450
415
Sosial S2
450
325
Rumah Tangga R1
diatas 6.600
1.330
Bisnis B1
5.500
1.100

Rumus perhitungan nilai kwh yang akan anda dapatkan setelah membeli di token PLN adalah sebagai berikut :

Nilai Kwh = (Nilai Voucher - Biaya Admin Bank - Biaya PPJ) / TDL

Keterangan :
Adm Bank : Besaran nilai biaya administrasi Bank sebagai penyedia PPOB. Besaran adm tergantung pada Bank penyedia. Pada umumnya berkisar antara Rp.1.600 per transaksi.

Biaya PPJ : Persentase Pajak Penerangan Jalan. Nilainya bisa berbeda pada tiap daerah atau wilayah. Nilai maksimumnya adalah 10% dari nominal setelah dikenakan bea admin Bank.

TDL : Merupakan Tarif Dasar Listrik dibagi beban kwh (Kilo Watt Hour). Besarannya berdasarkan pada kelompok pelanggan dan daya listrik (Lihat tabel di atas).

Contoh :
Kita lihat salah satu contoh perhitungan Nilai Kwh yang akan diperoleh pelanggan dengan daya listrik 900W/R1 dengan pembelian nominal token PLN Rp. 50.000 Berdasarkan pada rumus perkiraan di atas maka jumlah KWH yang akan diperoleh adalah sebagai berikut :

Kwh = (Nilai Voucher - Biaya Admin Bank - Biaya PPJ) / TDL
Kwh = (50.000 – 1.600 – 4.840) / 605 kwh
Kwh = Rp. 43.560 / 605 kwh,
Total Kwh yang didapat = 72,00 kwh

Demikian sedikit penjelasan tentang cara menghitung Kwh meter prabayar. Semoga menambah wawasan kita. Terima kasih....